
Data resmi BPS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Dalam Angka 2026 mengungkap kondisi Madrasah Aliyah (MA) di wilayah tersebut yang masih sangat terbatas. Seluruh Kabupaten Bolaang Mongondow Utara hanya memiliki 4 sekolah MA aktif, semuanya berstatus swasta, tanpa satu pun sekolah negeri. Total tenaga pengajar tercatat hanya 59 guru dengan 305 murid yang tersebar di enam kecamatan pada tahun ajaran 2025/2026.
Tabel 4.1.9 BPS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat data mengejutkan soal ketersediaan Madrasah Aliyah. Dari enam kecamatan yang ada, tidak satu pun memiliki MA berstatus negeri pada tahun ajaran 2025/2026. Keempat sekolah MA yang beroperasi seluruhnya merupakan lembaga swasta di bawah pengawasan Kementerian Agama. Kondisi ini menunjukkan ketergantungan penuh pendidikan Islam tingkat atas di Bolmut pada inisiatif masyarakat dan lembaga swasta.
Distribusi keempat MA swasta tersebut tersebar di empat kecamatan yang berbeda. Kecamatan Bintauna, Bolang Itang Barat, Kaidipang, dan Pinogaluman masing-masing menaungi satu sekolah MA swasta. Sementara itu, Kecamatan Sangkub dan Bolang Itang Timur sama sekali tidak memiliki satuan pendidikan MA. Ketimpangan distribusi sekolah ini menciptakan kesenjangan akses pendidikan agama Islam yang signifikan antar wilayah di Bolmut.
Data tahun ajaran 2024/2025 tidak tersedia secara lengkap dalam tabel tersebut, ditandai dengan simbol titik-titik pada seluruh kolom negeri. Hanya data tahun ajaran 2025/2026 yang tercatat secara utuh dan dapat dibaca dengan jelas. Ketidaklengkapan data historis itu menyulitkan analisis tren perkembangan pendidikan MA di Bolmut secara komprehensif. Oleh karena itu, BPS dan Kemenag perlu memperkuat sistem pendataan pendidikan madrasah di daerah ini.
59 Guru Tanggung 305 Murid, Rasio Pengajar MA Bolmut Jauh dari Ideal
Data guru Madrasah Aliyah di Bolaang Mongondow Utara mencerminkan beban kerja yang cukup berat. Total 59 tenaga pengajar aktif harus melayani kebutuhan pendidikan 305 murid yang tersebar di empat kecamatan. Rasio guru terhadap murid mencapai sekitar 1 berbanding 5, angka yang terlihat memadai namun distribusinya tidak merata. Kecamatan dengan jumlah murid terbanyak berpotensi menghadapi kekurangan tenaga pengajar yang lebih serius.
Kecamatan Bintauna mencatat jumlah guru MA terbanyak dengan 20 tenaga pengajar aktif pada 2025/2026. Kaidipang menyusul dengan 14 guru, sementara Pinogaluman memiliki 13 guru MA swasta. Bolang Itang Barat menempatkan 12 guru untuk melayani kebutuhan pendidikan di wilayahnya. Sebaliknya, Sangkub dan Bolang Itang Timur tidak mencatatkan satu pun guru MA karena memang tidak memiliki sekolah tersebut.
Sementara itu, jumlah murid MA di Bolmut juga menunjukkan distribusi yang tidak merata antar kecamatan. Bintauna kembali memimpin dengan jumlah murid terbanyak yakni 151 siswa pada tahun ajaran 2025/2026. Kaidipang menampung 69 murid, Pinogaluman 43 murid, dan Bolang Itang Barat 42 murid. Totalnya, 305 siswa mengandalkan empat sekolah MA swasta sebagai satu-satunya akses pendidikan Islam tingkat atas di Kabupaten Bolmut.
Ketimpangan Data dan Minimnya Sekolah Negeri Jadi Alarm bagi Pemerintah Daerah Bolmut
Absennya MA negeri di seluruh wilayah Bolaang Mongondow Utara menjadi persoalan mendasar yang mendesak perhatian pemerintah daerah. Keberadaan MA negeri sangat penting untuk menjamin akses pendidikan Islam yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Tanpa kehadiran sekolah negeri, beban biaya pendidikan agama Islam sepenuhnya ditanggung oleh keluarga siswa melalui sekolah swasta. Kondisi ini berpotensi memperburuk angka putus sekolah di jenjang MA, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara perlu segera merumuskan kebijakan strategis untuk mengatasi kesenjangan ini. Pendirian minimal satu MA negeri di kecamatan dengan populasi pelajar terbesar menjadi langkah prioritas yang tidak bisa ditunda. Selain itu, program beasiswa dan bantuan operasional untuk MA swasta yang ada perlu diperkuat secara signifikan. Intervensi kebijakan yang tepat sasaran akan menentukan masa depan pendidikan Islam di Kabupaten Bolmut dalam jangka panjang.
Data BPS ini sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi Kementerian Agama wilayah Sulawesi Utara. Alokasi anggaran untuk pengembangan infrastruktur pendidikan madrasah di daerah tertinggal harus ditingkatkan secara nyata. Dengan demikian, pemerataan akses pendidikan Islam di Bolaang Mongondow Utara dapat terwujud secara bertahap namun pasti. Sumber data resmi BPS ini menjadi fondasi perencanaan yang akurat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah tersebut.
- SD di Boltara 2025/2026 Capai 7.306 Murid, Guru Turun 64 Orang di Tengah Jumlah Sekolah Stabil
- Dewan Pers Kunjungi MA Saat Kasus Korupsi Menguak: Langkah Tepat atau Blunder?