
Mantan bintang sepak bola Arsenal dan Real Madrid, Mesut Ozil, kini memulai babak baru dalam hidupnya dengan memasuki dunia politik. Setelah hampir dua tahun pensiun dari sepak bola, Ozil yang sebelumnya bermain untuk Istanbul Basaksehir di Turki, memutuskan untuk meninggalkan dunia sepak bola yang membesarkan namanya.
Pensiun dari Sepak Bola dan Fokus pada Transformasi Pribadi
Ozil mengumumkan pensiun dari sepak bola pada Maret 2023, setelah mengakhiri perjalanan kariernya di klub Turki tersebut. Selama beberapa bulan setelah pensiun, Ozil menghabiskan waktu di gym, fokus pada kesehatan tubuhnya. Transformasi fisiknya pun mencuri perhatian publik pada musim panas lalu. Dengan tubuh yang lebih bugar, banyak yang memperkirakan Ozil akan beralih ke dunia kepelatihan atau bahkan bekerja sebagai direktur klub sepak bola.
Namun, Ozil membuat kejutan besar dengan memilih untuk terjun ke dunia politik, sebuah langkah yang cukup berbeda dari jalur yang selama ini dia tempuh.
Terpilih sebagai Anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)
Pada Minggu (23/2), Ozil resmi diumumkan sebagai anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang saat ini berkuasa di Turki. Partai ini dipimpin oleh Recep Tayyip Erdogan, yang telah menjabat sebagai presiden Turki sejak 2014. Ozil yang sebelumnya mendukung Erdogan dalam berbagai kesempatan, kini bergabung dengan partai tersebut dan memilih jalur politik.
Kongres akbar partai AKP menjadi momen penting di mana Ozil diumumkan sebagai salah satu dari 39 anggota baru dalam dewan keputusan dan administrasi pusat partai. Publikasi nama-nama anggota baru ini dilakukan secara online setelah kongres yang dihadiri oleh puluhan ribu orang, termasuk pendukung Erdogan.
Mengapa Ozil Memilih Berpolitik?
Ozil yang terkenal sebagai pendukung Erdogan, sebelumnya juga terlibat dalam acara pernikahan presiden dengan mantan Miss Turki, Amine Gulse, pada 2019. Dukungan politik Ozil terhadap Erdogan bukanlah hal baru, mengingat kedekatannya dengan presiden Turki tersebut.
Ozil sendiri mengakhiri karier internasionalnya di tim nasional Jerman setelah menghadapi masalah terkait rasisme. Dalam sebuah pernyataan yang mengundang perhatian publik, Ozil mengungkapkan bahwa ia merasa diperlakukan tidak adil oleh federasi sepak bola Jerman (DFB), yang menurutnya tidak menghormati asal-usul Turkinya dan malah menjadikannya alat propaganda politik. Keputusan untuk mundur dari timnas Jerman ini menjadi titik balik dalam karier internasionalnya, meski Ozil telah mencatatkan lebih dari 90 caps dan meraih gelar juara Piala Dunia pada 2014.
Melangkah ke Dunia Politik dengan Kepemimpinan Erdogan
Kini, dengan karier politiknya yang mulai terbentuk, Ozil akan memainkan peran baru di dunia politik Turki. Bergabung dengan AKP adalah langkah besar bagi Ozil, yang akan bekerja di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan, presiden yang juga telah menjadi figur kunci dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya. Ozil siap untuk menjalani peran politiknya, di mana ia bisa membawa pengaruh dan ide-ide segar dari dunia olahraga ke dunia politik.
- Via Laut Hitam Jadi Inisiasi Presiden Turki Tayyip Erdogan Kirim Pangan Atasi Krisis Pangan
- Terbangunnya Si Ksatria Turki: Sergio Ramos Akan Bergabung dengan Galatasaray?