Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

bLOG Waktu
Global

Pakistan dan Afghanistan Sepakati Gencatan Senjata Idulfitri 2026 Usai Serangan Mematikan di Kabul

Pakistan dan Afghanistan menghentikan sementara pertempuran selama Idulfitri 2026 setelah serangan udara di Kabul menewaskan ratusan orang dan memicu tekanan internasional untuk segera mengakhiri konflik.

Advertisement

Gencatan senjata Pakistan Afghanistan resmi diumumkan pada Rabu setelah eskalasi konflik di perbatasan memuncak dalam beberapa pekan terakhir. Kesepakatan itu berlaku selama perayaan Idulfitri 2026, hanya beberapa hari setelah serangan paling mematikan mengguncang Kabul dan menewaskan ratusan orang.

Pemerintah di Islamabad dan Kabul menyampaikan keputusan itu dalam pernyataan terpisah. Keduanya menyebut Arab Saudi, Qatar, dan Turki meminta jeda pertempuran selama hari raya, lalu kedua pihak menyetujuinya.

Advertisement

Kesepakatan gencatan senjata Pakistan Afghanistan muncul setelah serangan udara pada Senin malam menghantam sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul. Serangan itu memicu kecaman luas dan memperkuat tuntutan agar kedua negara segera menghentikan serangan serta membuka jalur dialog.

Otoritas Taliban menyatakan sekitar 400 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka dalam serangan tersebut. Jumlah itu menjadikan serangan Kabul 2026 sebagai salah satu insiden paling berdarah dalam fase terbaru konflik Pakistan Afghanistan.

Ketegangan di perbatasan terus memburuk sejak bulan lalu. Pakistan menuduh Taliban melindungi kelompok ekstremis yang menyerang wilayahnya, sementara Afghanistan menolak tuduhan itu.

Advertisement

Situasi ini membuat konflik Pakistan Afghanistan semakin kompleks karena masing-masing pihak saling menuduh dan tetap mempertahankan posisi keras di tengah tekanan internasional.

Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengatakan pemerintah menghentikan operasi militer mulai Kamis hingga Senin. Ia menegaskan keputusan itu diambil dengan itikad baik dan sejalan dengan nilai-nilai Islam selama momen Idulfitri 2026.

Meski begitu, Pakistan tetap memberi peringatan keras. Tarar menegaskan operasi akan kembali dijalankan dengan intensitas lebih tinggi jika terjadi serangan lintas perbatasan, serangan drone, atau aksi teror di dalam negeri.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa gencatan senjata Pakistan Afghanistan masih sangat rapuh. Islamabad membuka ruang jeda konflik, tetapi tetap menyiapkan respons militer jika situasi kembali memanas.

Advertisement

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabiullah Mujahid, mengatakan membela Afghanistan merupakan kewajiban nasional dan agama. Ia menegaskan pemerintah Taliban akan merespons setiap bentuk agresi atau ancaman dari luar.

Sikap itu menunjukkan bahwa Kabul menerima jeda konflik, tetapi tidak akan tinggal diam jika wilayahnya kembali diserang. Karena itu, penghentian pertempuran Pakistan Afghanistan belum bisa dianggap sebagai perdamaian permanen.

Setelah serangan Kabul 2026, otoritas Afghanistan menggelar pemakaman massal bagi sebagian korban pada Rabu. Relawan Afghan Red Crescent Society membawa puluhan peti mati kayu sederhana dari ambulans menuju kuburan massal di Kabul.

Proses identifikasi korban berjalan lambat karena banyak bangunan runtuh dan puing menumpuk di lokasi serangan. Kondisi lapangan yang rusak parah membuat evakuasi jenazah dan pendataan korban menjadi sangat sulit.

Tim Norwegian Refugee Council yang berada di lapangan menyebut jumlah korban tewas dan luka kemungkinan mencapai ratusan. Kesaksian dari tim kemanusiaan dan jurnalis di lokasi memperkuat gambaran bahwa dampak serangan sangat besar terhadap korban sipil Afghanistan.

Sebelum serangan Senin terjadi, Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah memperingatkan bahwa konflik di kawasan itu terus menelan korban. PBB mencatat sedikitnya 76 warga sipil Afghanistan tewas sejak 26 Februari, sementara lebih dari 115.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Advertisement

Data itu menunjukkan bahwa konflik Pakistan Afghanistan tidak hanya memicu bentrokan militer, tetapi juga memperburuk krisis kemanusiaan di lapangan. Warga sipil kembali menjadi pihak yang paling menanggung beban.

Sejumlah negara sudah berupaya menengahi ketegangan ini, tetapi hasilnya masih minim. Negara-negara Teluk yang sebelumnya aktif melakukan pendekatan kini mengalihkan perhatian ke perkembangan konflik lain di kawasan setelah serangan AS-Israel terhadap Iran bulan lalu.

China telah mengirim utusan khusus dan menyatakan siap memainkan peran konstruktif untuk menurunkan tensi. Rusia juga menyatakan bersedia membantu jika kedua pihak meminta mediasi resmi.

Meski tawaran mediasi terus muncul, hingga kini belum ada proses negosiasi formal yang benar-benar berjalan. Kondisi itu membuat jeda konflik Pakistan Afghanistan selama Idulfitri lebih terlihat sebagai langkah darurat ketimbang solusi jangka panjang.

Gencatan senjata Pakistan Afghanistan memberi sedikit ruang napas di tengah situasi yang sangat tegang. Namun, pernyataan keras dari kedua pihak menunjukkan bahwa perdamaian masih jauh dari kata aman.

Jika jeda pertempuran ini gagal dijaga, maka konflik berisiko kembali meledak sesaat setelah Idulfitri 2026 berakhir. Karena itu, tekanan internasional untuk mendorong dialog dan menghentikan pertumpahan darah diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa hari ke depan.

Advertisement
Via
Waktu
Sumber
gulfnews

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button