Waktu.news, Boltara – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melalui Dinas Perdagangan menggelar Pasar Murah Boltara 2026 di Balai Desa Jambusarang, Kecamatan Bolangitang Barat, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan pasar murah bersubsidi tahap kedua ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pemkab Boltara menyediakan delapan jenis komoditas pangan dengan harga di bawah harga pasar. Di antaranya beras lokal kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, minyak goreng 2 liter Rp30.000, dan gula pasir 2 kilogram Rp24.000.

Pembukaan kegiatan berlangsung secara resmi melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fadly T. Usup, S.E., M.M., yang hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bolaang Mongondow Utara.

Program pasar murah bersubsidi tersebut direncanakan berlangsung di enam kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

BACA JUGA
Selain program pasar murah yang dijadwalkan di enam kecamatan, Pemkab Boltara juga menggelar pelantikan pejabat Boltara 2026 di lingkungan pemerintah daerah.

Daftar Harga Sembako Pasar Murah Boltara 2026

Dinas Perdagangan Boltara menyiapkan berbagai kebutuhan pokok melalui program subsidi harga untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Komoditas yang tersedia meliputi beras lokal, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, gula pasir, cabai rawit, bawang merah, telur, serta tepung terigu.

Berikut rincian jumlah dan harga komoditas yang tercantum dalam program pasar murah bersubsidi.

Komoditas

Jumlah yang Disediakan

Harga

Beras lokal 5 kg

6.000 paket

Rp60.000

Beras SPHP

750 kg / 150 kantong

BACA JUGA
Selain pasar murah bersubsidi, Pemkab Boltara menyalurkan bantuan pangan tahap II kepada 10.194 penerima di enam kecamatan dengan total 305.820 kilogram beras.

Rp58.000

Minyak goreng 2 liter

5.400 paket

Rp30.000

Gula pasir 2 kg

5.400 paket

Rp24.000

Cabai rawit ¼ kg

2.750 paket

Rp25.000

Bawang merah ½ kg

2.750 paket

Rp15.000

Telur 10 butir

1.145 paket

Rp15.000

Tepung terigu

1.500 paket

Rp10.000

Seluruh komoditas tersebut ditawarkan dengan harga subsidi yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Melalui penyediaan bahan kebutuhan pokok ini, pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan pengeluaran masyarakat.

Pemkab Boltara Dorong Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat

Dalam sambutannya, Fadly T. Usup menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, pemerintah perlu bergerak cepat ketika harga bahan pangan meningkat agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA
Selain respons terhadap kenaikan harga pangan, Pemkab Boltara juga menyatakan dukungan dan pendampingan bagi KKLP Universitas Ichsan di Boltara yang melibatkan 106 mahasiswa di tujuh desa.

Fadly berharap subsidi harga melalui pasar murah dapat mengurangi beban pengeluaran warga dan menjaga daya beli masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bolaang Mongondow Utara dalam mengendalikan inflasi daerah.

Pemerintah daerah menempatkan stabilitas harga kebutuhan pokok sebagai salah satu tujuan utama pelaksanaan program pasar murah bersubsidi tersebut.

Pasar Murah Direncanakan Menjangkau Enam Kecamatan

Pemkab Boltara merencanakan pelaksanaan pasar murah bersubsidi di enam kecamatan yang berada dalam wilayah kabupaten.

BACA JUGA
Rencana pasar murah di enam kecamatan menjadi kebijakan yang relevan ketika harga bahan pokok di Boltara naik menjelang Idulfitri 1447 H.

Kegiatan di Desa Jambusarang merupakan bagian dari pelaksanaan pasar murah tahap kedua pada 2026.

Program ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau melalui subsidi pemerintah daerah.

Pelaksanaan pasar murah di Jambusarang turut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Hadir pula Kapolsek Bolangitang, Sekretaris Kecamatan Bolangitang Barat, Sangadi Jambusarang, dan masyarakat penerima manfaat.

Melalui program tersebut, Pemkab Boltara berharap subsidi harga kebutuhan pokok dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah sepanjang 2026.