Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

bLOG Waktu
BolselDaerah

Pemkab Bolsel Percepat Penanganan Pendidikan Siswa Terdampak Erupsi Gunung Ruang

Audiensi dengan Kemendikdasmen bahas sekolah baru, mutasi siswa, hingga optimalisasi dana BOS 2026

Advertisement

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mempercepat penanganan pendidikan siswa terdampak erupsi Gunung Ruang melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.

Langkah ini ditandai dengan audiensi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bolsel bersama tim pengelola BOS serta Direktorat SD dan SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, 5 Maret 2026.

Advertisement

Sekretaris Dikbud Bolsel, Idwan Latjolai, mengungkapkan bahwa erupsi Gunung Ruang Sitaro menyebabkan empat sekolah di Kabupaten Sitaro mengalami kerusakan parah hingga tidak bisa digunakan.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk segera menyusun skema penanganan agar proses belajar siswa tetap berlangsung tanpa hambatan.

Sebagai solusi, pemerintah merancang pembukaan sekolah baru di kawasan hunian tetap Bolsel, tepatnya di Desa Modisi.

Advertisement

Sekolah ini akan menampung peserta didik yang kini telah direlokasi dari wilayah terdampak erupsi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan mekanisme mutasi:

  • Pemindahan siswa ke sekolah di Bolsel
  • Penyesuaian tenaga pendidik dari Sitaro
  • Penataan rombongan belajar baru

Dalam audiensi tersebut, penggunaan Dana BOS 2026 menjadi salah satu fokus pembahasan.

Idwan menjelaskan, salah satu sekolah yang telah mencairkan dana BOS, yakni SMP Negeri 4 Tagulandang, kini sudah hancur akibat erupsi.

Advertisement

Sementara itu, siswa dan tenaga pengajarnya telah berada di lokasi hunian baru di Bolsel, sehingga perlu penyesuaian administrasi dan pemanfaatan dana.

Dikbud Bolsel juga memfasilitasi siswa terdampak untuk mengikuti gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 9–10 Maret 2026.

Peserta terdiri dari:

  • 2 siswa SD GMIST Patmos Laingpatehi
  • 3 siswa SDN Inpres Laingpatehi
  • 6 siswa SMP Negeri 4 Tagulandang

Pelaksanaan gladi berlangsung di:

  • SDN Modisi (jenjang SD)
  • SMP Negeri Satap Posilagon (jenjang SMP)

TKA kini menjadi instrumen evaluasi standar nasional yang menggantikan Ujian Nasional dan juga menjadi syarat masuk jenjang pendidikan berikutnya.

Sebelumnya, Dikbud Bolsel telah melakukan pendataan langsung di kawasan huntap pada 23 Februari 2026.

Advertisement

Hasilnya:

  • 5 anak PAUD
  • 54 siswa SD
  • 23 siswa SMP
  • Total 82 siswa dan 13 guru

Kepala Dikbud Bolsel, Rante Hattani, menegaskan bahwa data ini menjadi dasar untuk:

  • Menentukan jumlah kelas
  • Menghitung kebutuhan guru
  • Menyusun sistem pembelajaran efektif

Pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar bagi siswa terdampak segera dimulai bulan depan, seiring penyelesaian fasilitas pendidikan di kawasan hunian tetap.

Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar seluruh sarana pendukung siap tepat waktu.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemulihan menyeluruh pascabencana, tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, sebelumnya telah menyerahkan kunci hunian tetap kepada warga terdampak sebagai tanda dimulainya kehidupan baru.

Sementara itu, Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan siswa terdampak erupsi Gunung Ruang menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kami pastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan, meski dalam situasi pascabencana,” tegasnya.

Advertisement

Redaksi

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Waktu.news kemudian di publish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button