
Pemkab Bolaang Mongondow Utara menggelar sosialisasi Kredit Usaha Alsintan bagi kelompok petani dan kelompok tani di ruang kantor Bupati, Senin (20/4/2026). BRI unit Bolangitang hadir langsung, sementara perwakilan BRI pusat Yudhi Limbong bergabung melalui sambungan video konferensi. Kegiatan yang dipimpin Asisten Abdul Nazarudin Maloho ini membahas mekanisme pembiayaan, persyaratan pengajuan, dan proses penyaluran kredit bagi petani.
Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mendukung swasembada pangan nasional. Melalui skema ini, petani berkesempatan memiliki alat dan mesin pertanian sendiri tanpa terbebani bunga tinggi. BRI bertindak sebagai bank penyalur resmi yang membimbing calon debitur dari awal pengajuan hingga pencairan dana.
“BRI di sini sebagai bank penyalur, jadi akan kami bimbing calon debitur untuk setiap proses pengajuan pinjaman.”
— Yudhi Limbong, Perwakilan BRI Pusat
Advertisement
Bunga Hanya 3 Persen dan Alsintan Sendiri Jadi Agunan, Petani Tidak Perlu Jaminan Tambahan
Yudhi Limbong memaparkan keunggulan utama program ini: bunga kredit hanya 3 persen per tahun, jauh di bawah kredit konvensional. Selain itu, agunan yang dipersyaratkan bukan aset milik petani, melainkan alat Alsintan yang dibeli menggunakan kredit itu sendiri. Skema ini memangkas hambatan terbesar petani kecil dalam mengakses pembiayaan formal.
“Kredit usaha Alsintan didesain untuk memanfaatkan alat yang dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas lahan yang ada.”
— Yudhi Limbong, Perwakilan BRI Pusat
Selain pembiayaan, BRI juga berkomitmen mendampingi setiap penerima kredit bersama Kementerian Pertanian. Pendampingan ini bertujuan memastikan petani tidak hanya memiliki alat, tetapi juga mampu mengoperasikan dan merawatnya secara optimal. Dengan demikian, semangat dan kapasitas petani tumbuh seiring kepemilikan alat yang mereka dapatkan.
Boltara Butuh 50 hingga 60 Unit Alsintan, Kini Baru Tersedia 14 Unit
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Boltara, Dr. Sarifudin, mengungkapkan kebutuhan Alsintan di daerah ini mencapai 50 hingga 60 unit. Angka itu berbanding lurus dengan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) Bolmong Utara yang mencapai 4.475,18 hektare berdasarkan data Dinas Pertanian 2023. Saat ini, petani Boltara hanya mengandalkan 14 unit Alsintan yang tersedia.
“Saat ini alat yang ada 14 unit. Kurangnya jumlah ini sempat memengaruhi produktivitas pertanian kita.”
— Dr. Sarifudin, Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Boltara
Kekurangan hingga 46 unit Alsintan itu menjadi alasan utama sosialisasi ini digelar secara serius. Program Kredit Usaha Alsintan berpotensi menutup gap kebutuhan tersebut secara bertahap. Dengan akses pembiayaan yang kini terbuka lebar, kelompok tani Boltara berpeluang mendongkrak produktivitas sawah secara signifikan dalam waktu dekat.
- Waduh! Pimpinan Bank BNI Tutuyan Ungkap Ada Syarat Agunan Untuk Pinjaman KUR
- Dinas Pertanian Boltim Beber Fakta Tiga Unit Alsintan di Guaan
- Ternyata Sejak Penarikan Alsintan 2021, Sawah di Nuangan Boltim Jadi Lahan Tidur