
Persiapan PENAS 2026 Gorontalo terus bergerak cepat seiring mendekatnya pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII tahun 2026. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo menggelar audiensi strategis bersama pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Tim kemudian meninjau langsung puluhan destinasi wisata widya wisata PENAS yang akan dikunjungi para peserta dari seluruh Indonesia. Selain itu, koordinasi ini bertujuan menyinkronkan program pengembangan pariwisata daerah agar tampil optimal di hadapan ribuan tamu nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan bahwa kesiapan destinasi menjadi prioritas utama tim dalam setiap kunjungan lapangan yang dilakukan. “Kami ingin memastikan destinasi yang akan dikunjungi peserta benar-benar siap. Ada yang sudah sangat baik, tetapi ada juga yang hanya perlu dibersihkan dan dirapikan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026). Sebagian besar destinasi sudah memenuhi standar aksesibilitas dan daya tarik yang memadai bagi kunjungan wisatawan skala nasional. Namun demikian, beberapa lokasi masih memerlukan pembenahan fasilitas dan penataan lingkungan sebelum hari pelaksanaan tiba.
Sultan Kalupe destinasi wisata PENAS ini juga menekankan bahwa momentum PENAS bukan hanya soal menyukseskan acara nasional semata. Lebih dari itu, ajang ini menjadi kesempatan emas memperkenalkan potensi pariwisata Gorontalo PENAS 2026 kepada ribuan peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota menjadi faktor yang tidak bisa ditawar. Dengan begitu, seluruh destinasi dapat memberikan pengalaman terbaik yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta.
Tiga Daerah Usulkan Puluhan Destinasi, Dari Wisata Bahari hingga Kuliner dan Budaya
Gorontalo PENAS Petani Nelayan 2026 menghadirkan puluhan usulan destinasi dari tiga pemerintah daerah yang siap menjadi tuan rumah widya wisata. Kabupaten Gorontalo mengusulkan kawasan Menara Limboto dan sekitarnya, Pentadio Resort, Luwas, dan Bukit Projo sebagai destinasi unggulan alam. Selain itu, sentra kuliner khas seperti Rumah Makan Sakinah dengan menu milu siram dan nangko-nangko turut masuk dalam daftar usulan. Selanjutnya, sentra kerajinan karawo di Mongolato, wisata religi Bubohu, dan lokasi bersejarah pendaratan Soekarno di Iluta melengkapi paket widya wisata Kabupaten Gorontalo.
Kota Gorontalo mengajukan destinasi yang lebih beragam dan kaya nilai budaya untuk para peserta PENAS XVII Gorontalo widya wisata ini. Rumah Adat Dulohupa dan Benteng Otanaha mewakili kekayaan sejarah dan arsitektur tradisional kota ini. Selain itu, galeri UMKM seperti BI Olaku, Maharani, dan Dekranasda memberi nilai tambah ekonomi kreatif dalam paket kunjungan. Sentra kuliner Pia Saronde, O’Hara, dan X-tra bersama destinasi bahari Pantai Tamendao dan Pantai Kurenai melengkapi keragaman pilihan wisata Kota Gorontalo.
Kesiapan destinasi PENAS Gorontalo di Kabupaten Bone Bolango mencakup empat destinasi unggulan yang memiliki keunikan tersendiri. Wisata Olele dan wisata hiu paus menawarkan pengalaman bawah laut yang langka dan sulit ditemukan di tempat lain. Danau Perintis dan pemandian air panas Lombongo melengkapi paket wisata alam yang kaya dan beragam di kabupaten ini. Namun demikian, Pentadio Resort dan objek wisata Lombongo masih memerlukan peningkatan fasilitas agar siap menyambut kunjungan peserta berskala nasional.
Koordinasi Lintas Daerah Kunci Keberhasilan, Gorontalo Incar Promosi Pariwisata Nasional
Dinas Pariwisata Gorontalo PENAS memposisikan koordinasi lintas daerah sebagai tulang punggung keberhasilan persiapan ini. Audiensi bersama dua kabupaten membuka ruang sinkronisasi program yang selama ini berjalan sendiri-sendiri di masing-masing daerah. Sultan Kalupe mendorong semua pihak bergerak bersama tanpa menunggu arahan dari satu pintu saja. Oleh karena itu, setiap pemda kini memiliki tanggung jawab langsung untuk memastikan destinasi usulan mereka tampil representatif dan siap dikunjungi.
Koordinasi pariwisata PENAS Gorontalo ini juga menghasilkan peta jalan perbaikan destinasi yang belum memenuhi standar kesiapan. Langkah-langkah sederhana seperti pembersihan area dan perapihan tata letak fasilitas sudah cukup untuk sebagian besar destinasi yang masih tertinggal. Selain itu, pemda diminta bergerak lebih cepat karena waktu pelaksanaan PENAS 2026 semakin dekat dan tidak bisa diundur. Dengan demikian, setiap minggu yang tersisa harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pembenahan yang terukur dan terarah.
Wisata Gorontalo PENAS 2026 ini berpotensi menjadi momentum terbesar promosi pariwisata daerah dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan peserta dari seluruh nusantara akan membawa pulang cerita dan kesan tentang destinasi-destinasi Gorontalo yang selama ini belum banyak dikenal. Selain itu, liputan media nasional yang menyertai PENAS akan memperluas jangkauan promosi jauh melampaui kapasitas anggaran promosi daerah biasanya. Akhirnya, persiapan PENAS 2026 Gorontalo ini bukan sekadar menyambut tamu, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi citra pariwisata Gorontalo di tingkat nasional.
Catatan Redaksi: Audiensi dan kunjungan lapangan dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango pada Sabtu, 4 April 2026.
- Tempat Wisata di Palu yang Kekinian dan Menarik Perhatian
- DPRD Boltim Kunjungi Nuangan, Soroti Bantuan Nelayan dan Optimalisasi Sawah
- Langgar Perjanjian, Dinas Perikanan Boltim Tarik Satu Unit Bantuan Perahu Kelompok Nelayan