Kulon Progo – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan UKMF Penelitian REALITY FIP Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan Monitoring Anemia ke-5 pada 6 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan kesehatan dalam Program KSATRIA yang bertujuan memantau kondisi serta perilaku yang mendukung pencegahan anemia pada sasaran program di Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.
Monitoring dilakukan melalui pengumpulan data harian selama satu minggu. Tim PPK Ormawa menggunakan instrumen pemantauan yang mencakup beberapa aspek, yaitu pola konsumsi makanan bergizi, perilaku yang mendukung penyerapan zat besi, gejala anemia, serta konsumsi olahan berbasis Curcuma-Action. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebiasaan sasaran dalam menerapkan perilaku yang mendukung pencegahan anemia.
Data yang dikumpulkan meliputi kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi zat besi, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta buah yang mengandung vitamin C, dan air putih. Selain itu, monitoring juga mencatat kebiasaan minum air putih, sarapan, tidak melewatkan waktu makan, serta perilaku yang mendukung penyerapan zat besi, seperti menghindari konsumsi teh atau kopi setelah makan, mengonsumsi vitamin C bersama makanan, sarapan pagi, dan tidak melewatkan waktu makan. Selain itu, instrumen mencatat gejala yang dirasakan sasaran, seperti mudah lelah, wajah pucat, pusing, dan sulit berkonsentrasi, serta konsumsi olahan Curcuma-Action berupa Xanthorriza Ice dan SIPERKASA.
Berdasarkan hasil rekapitulasi Monitoring Anemia Minggu ke-5, diperoleh total skor keseluruhan sebesar 253. Dari data yang tercantum dalam rekapitulasi, terdapat tujuh sasaran yang memiliki nilai, dengan rata-rata skor sebesar 36,14 pada sasaran yang memiliki data. Hasil tersebut menunjukkan adanya variasi skor antar sasaran sehingga perkembangan setiap sasaran perlu ditinjau berdasarkan komponen pemantauan yang masih perlu diperkuat.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi air putih menjadi salah satu komponen yang relatif konsisten pada sasaran yang memiliki data. Sementara itu, beberapa sasaran masih belum rutin mengonsumsi makanan tinggi zat besi, kacang-kacangan, dan buah tinggi vitamin C selama periode pemantauan tujuh hari. Pada aspek perilaku pendukung penyerapan zat besi, masih terdapat variasi dalam kebiasaan menghindari teh atau kopi setelah makan, mengonsumsi vitamin C bersama makanan, sarapan, dan tidak melewatkan waktu makan.
Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program KSATRIA yang menyediakan pendampingan kesehatan dan edukasi gizi berbasis potensi lokal. Hasil pemantauan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan tindak lanjut pendampingan, terutama pada komponen konsumsi makanan bergizi dan kebiasaan yang mendukung penyerapan zat besi. Pemantauan berkala diharapkan membantu tim melihat perkembangan perilaku kesehatan sasaran selama program berlangsung.