Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Nasional

Revolusi Pendidikan 2024: 1 Juta Guru Bermetamorfosis Jadi ASN PPPK Pada 2024

Waktu.news | Di sebuah negeri yang penuh warna, sebanyak 1 juta guru honorer tengah mengejar impian baru. Kisah ini diceritakan oleh sang Pencerita Agung, Nunuk Suryan, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Kami telah menghitung kebutuhan guru pada tahun 2020, dan ternyata ada 1 juta guru yang bersemangat. Kami berharap hingga akhir tahun 2024, 1 juta guru honorer akan menjelma menjadi guru ASN PPPK,” kata Nunuk Suryan dengan penuh semangat pada hari Kamis (9/11/2023).

Advertisement

Dalam petualangan ini, Kemendikbudristek berhasrat agar setiap ruang kelas dan setiap mata pelajaran diisi oleh para guru ASN. Maka, dalam cita-cita indah ini, tidak ada lagi sosok guru honorer yang terlupakan.

“Guru honorer yang telah berubah menjadi guru ASN PPPK sejak tahun 2021 mencapai 545 ribu pahlawan pendidikan. Tahun 2023 ini, proses seleksi guru ASN PPPK masih berlangsung, dan akan menambahkan 296 ribu pahlawan pendidikan baru,” ujar Nunuk.

Advertisement

Melangkah lebih jauh, Nunuk menyampaikan keinginan besar Kemendikbudristek agar profesi guru menjadi sesuatu yang dihormati, penuh kebanggaan, dan bermartabat tinggi. Dengan tekad kuat, mereka berusaha mengangkat para guru honorer menuju panggung kehormatan sebagai ASN PPPK.

“Kami tak henti-hentinya berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga lain. Koordinasi ini salah satunya untuk merumuskan kebijakan seleksi guru ASN PPPK, karena setiap tahun pasti ada petualangan baru dalam aturan,” ungkapnya dengan tawa kebahagiaan. (red)

Advertisement

Advertisement

Mahdiyah Sanggilalung

Editor waktu.news yang bertanggung jawab atas kualitas dan akurasi pemberitaan dari seluruh biro di Sulawesi Utara. Mahdiyah memimpin proses editorial mulai dari verifikasi fakta, penyuntingan bahasa, hingga memastikan setiap berita yang dipublikasikan memenuhi standar jurnalisme yang bertanggung jawab dan berimbang.
Back to top button