Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
Boltim

Sedari Lama Tiga Desa di Boltim, Inginkan Kemerdekaan

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Matabulu, Alfian Mamonto. Sejak masa pertama kepemimpinan Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar, keluhan tidak adanya sinyal di wilayah tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah daerah, terutama kesulitan bertukar informasi.

“Jelas informasi agak terlambat. Jika ada kegiatan seperti pertemuan atau rapat, yang hanya disampaikan melalui WhatsApp atau telepon, kadang-kadang pertemuan telah selesai, baru kemudian kami mendapatkan informasi,” ucap Alfian.

Pada tahun 2020 lalu, ia bahkan mengaku dimintai data pengguna ponsel di tiga desa berdekatan itu oleh salah satu penyedia layanan, guna pendirian tower sinyal atau menara induk telekomunikasi.

Advertisement

“Bahkan pada saat itu, kami juga telah mengambil koordinat, akan tetapi, sejauh ini tidak ada realisasinya,” ungkapnya.

Meski Indonesia telah merdeka, lanjut Alfian, namun kemerdekaan akan halnya sinyal telepon seluler, belum sepenuhnya mereka rasakan. Namun, demi memerdekakan sinyal bagi warga diwilayahnya, ia akan mencoba upaya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan cara menggadeng pihak yang mampu menghadirkan sinyal telekomunikasi.

“Semacam pemasangan Wireless Fidelity dari jarak jauh, tapi baru dapat mencapai lima puluh persen dari pengguna telepon seluler di Matabulu,” pungkas Alfian. (aah)

Advertisement

Advertisement
Laman sebelumnya 1 2

Abdul Agus Heydemans

Jurnalis waktu.news yang bertugas sebagai reporter biro Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Aktif meliput berita pemerintahan daerah, politik lokal, hukum, dan pembangunan di wilayah Boltim dan sekitarnya. Bergabung dengan waktu.news sejak 2021 dan telah menghasilkan ratusan laporan berita dari wilayah Bolaang Mongondow Timur. Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Boltim.
Back to top button