Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling langsung memasang target lebih tinggi bagi Bank Sulut Gorontalo. Setelah realisasi laba 2025 menembus Rp400 miliar, pemerintah daerah menaikkan target laba BSG 2026 menjadi Rp500 miliar. Kenaikan ini menuntut lompatan kinerja dalam waktu satu tahun.
Yulius menegaskan target tersebut bukan sekadar angka. Ia menilai potensi pertumbuhan masih terbuka lebar dengan dukungan manajemen baru dan penguatan peran pemegang saham di daerah.
“Capaian Rp400 miliar itu luar biasa. Tahun 2026 kita dorong menjadi Rp500 miliar. Dengan semangat dan manajemen baru, saya optimistis target ini bisa tercapai,” ujarnya usai memimpin RUPS Luar Biasa BSG di Manado, Selasa (10/2/2026).
RUPS Tetapkan Kepengurusan Baru
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sekaligus menetapkan struktur pimpinan BSG periode 2026–2031. Pemegang saham menunjuk Godbless Sofcar Vicky Lumentut sebagai Komisaris Utama dan Maudy Revino Pepah sebagai Direktur Utama.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan memperkuat kinerja keuangan BSG. Manajemen baru diminta bergerak cepat, memperluas pasar, dan memperbaiki tata kelola agar bank daerah makin kompetitif.
Peran Strategis Pemegang Saham Daerah
Yulius menekankan setiap pemerintah kabupaten/kota memiliki peran menentukan dalam ekspansi usaha BSG. Pemegang saham tidak boleh pasif, tetapi harus aktif menggerakkan potensi ekonomi lokal.
Sinergi daerah, menurutnya, menjadi kunci meningkatkan portofolio kredit produktif dan memperkuat ekosistem keuangan regional. Jika daerah kompak, pertumbuhan laba bank akan lebih berkelanjutan.
BSG Didorong Lebih Agresif
Dengan target baru Rp500 miliar, pemerintah mendorong BSG tampil lebih agresif. Bank daerah harus memperluas pembiayaan UMKM, sektor produktif, dan layanan digital.
Yulius berharap BSG tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memberi dampak nyata bagi ekonomi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Bank harus hadir sebagai motor penggerak investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Optimisme Menuju 2026
Target laba BSG 2026 menjadi tantangan sekaligus peluang. Dukungan pemegang saham, kepemimpinan baru, dan strategi ekspansi diyakini mampu mengerek performa bank.
Jika langkah ini berjalan konsisten, BSG berpeluang naik kelas sebagai bank daerah yang kuat, sehat, dan berdaya saing nasional.
- Gorontalo “Patah Arang”, Tarik Saham dari BSG! Ini Reaksi Pedas Bupati Sofyan Puhi
- Bupati Boltim Jalin Kerja Sama Dengan PT. BSG dan BPKP Perwakilan Sulut
