Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

bLOG Waktu
Sports

Tomokazu Harimoto Akhirnya Juara WTT Finals Hong Kong 2025, Taklukkan Truls Moregard dalam Final Penuh Drama

Setelah tiga kali gagal di ambang gelar, bintang Jepang menutup penantian empat tahun dan mengangkat trofi tunggal putra pertamanya

Advertisement

Tomokazu Harimoto menuntaskan penantian panjangnya. Atlet Jepang itu resmi menjadi juara Tunggal Putra WTT Finals Hong Kong 2025 usai menundukkan Truls Moregard pada final hari Minggu. Harimoto menang lewat duel ketat enam gim: 11-8, 5-11, 11-9, 12-10, 14-12, 11-2, sekaligus mengangkat trofi WTT Finals pertama dalam kariernya.

Kemenangan ini terasa sangat emosional. Harimoto datang membawa beban masa lalu-tiga kali gagal di “batu sandungan” final pada 2021, 2022, dan 2024. Kini ia membalik cerita: dari nyaris, menjadi juara.

Advertisement

Sementara itu, Moregard tampil dengan misi sejarah. Ia berpeluang menjadi pemain Eropa pertama yang merebut trofi juara tunggal WTT Finals. Target itu membuat final terasa personal bagi keduanya.

Atmosfer di Hong Kong Coliseum langsung membara sejak bola pertama. Harimoto tampil meledak-ledak, berteriak keras dan mengepalkan tangan untuk mengunci momentum. Ia sempat mengantongi empat poin awal, namun Moregard membalas dengan determinasi tinggi, membalik skor dan memaksa duel berjalan dalam tempo cepat-reli demi reli memancing sorak penonton.

Harimoto merebut gim pembuka, tetapi momentum tidak pernah benar-benar aman. Pada fase berikutnya, Moregard memanfaatkan satu momen penting-bola tipis menyentuh tepi meja memicu Harimoto meminta tantangan TTR, namun hasil tinjauan tidak berpihak. Moregard menekan, menyamakan pertandingan, dan menyalakan kembali tensi final.

Advertisement

Setelah itu, duel berubah jadi adu nyali. Harimoto mengunci gim ketiga melalui counter backhand tajam. Moregard membalas keras di gim keempat, menembakkan serangan bertubi-tubi hingga pertandingan kembali masuk zona tegang.

Gim kelima menjadi titik balik. Moregard sempat berada di depan dan menciptakan beberapa peluang penutup, bahkan mengambil time out untuk menjaga kendali. Namun Harimoto menolak tumbang. Ia memperketat margin, mengejar, lalu mencuri gim yang paling krusial.

Begitu menang di gim kelima, Harimoto melaju tanpa rem. Ia menekan sejak awal gim keenam, menaikkan intensitas, lalu menutup laga dengan skor telak 11-2. Sesaat setelah poin terakhir, Harimoto jatuh berlutut-sebuah pelepasan untuk mimpi yang akhirnya tercapai. Ia kemudian memeluk Moregard yang tampak emosional, menandai akhir final yang menguras tenaga dan perasaan.

Advertisement

Advertisement

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button