✨"Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"!

Media Network
Sport

Vladimir Sidorenko Singkirkan Tomokazu Harimoto di United States Smash 2026

Vladimir Sidorenko membuat kejutan besar di United States Smash 2026 setelah mengalahkan unggulan kedua Tomokazu Harimoto.

Vladimir Sidorenko singkirkan Tomokazu Harimoto dari United States Smash 2026 lewat kemenangan mengejutkan 3-0. Sidorenko menaklukkan unggulan kedua itu dengan skor 11-8, 13-11, 11-8 di Ontario Convention Center.

Hasil tersebut menambah daftar kejutan besar di United States Smash 2026. Tidak hanya tunggal putra, sektor tunggal putri juga menghadirkan kekalahan mengejutkan bagi juara bertahan.

Sidorenko tampil di hadapan penonton yang hampir memenuhi arena. Namun, tekanan besar tidak membuat pemain peringkat 37 dunia itu kehilangan keberanian.

Advertisement

Sebaliknya, ia memanfaatkan panggung Maverick ☆ Arena untuk menampilkan permainan agresif. Serangan cepatnya membuat Harimoto sulit mengembangkan ritme sejak awal laga.

Sidorenko Tampil Berani Sejak Gim Pertama

Vladimir Sidorenko datang sebagai pemain dengan peringkat terendah yang tersisa di bagan tunggal putra. Meski begitu, performanya sama sekali tidak mencerminkan status tersebut.

Pemain kidal berusia 24 tahun itu tampil lepas dan terus menekan. Ia menikmati setiap reli dalam duel yang berlangsung hampir 24 menit.

Advertisement

Harimoto mencoba menaikkan tempo dengan pukulan cepat dan variasi receive. Namun, Sidorenko selalu menemukan jawaban dalam momen penting.

Pada gim pertama, Sidorenko langsung memberi sinyal bahaya. Ia menjaga fokus, menyerang lebih dulu, dan merebut gim pembuka dengan skor 11-8.

Kemenangan itu meningkatkan kepercayaan dirinya. Selain itu, dukungan penonton membuat atmosfer pertandingan semakin panas.

Harimoto berusaha bangkit pada gim kedua. Ia sempat memegang empat game point saat unggul 10-6.

Namun, Sidorenko tidak menyerah. Ia memperkecil jarak menjadi 8-10 dan mulai menggoyahkan kepercayaan diri lawannya.

Gim Kedua Jadi Titik Balik

Tomokazu Harimoto mengambil time out untuk menghentikan laju Sidorenko. Akan tetapi, strategi tersebut tidak mampu meredam kebangkitan pemain Rusia tersebut.

Advertisement

Sidorenko kembali ke meja dengan tekad lebih kuat. Ia menyelamatkan dua poin berikutnya dan menyamakan kedudukan.

Ketegangan meningkat ketika Harimoto kembali mendapat game point pada skor 11-10. Namun, Sidorenko sekali lagi tampil dingin.

Ia menyelamatkan game point kelima, lalu merebut gim kedua dengan skor 13-11. Momentum besar itu membuat Harimoto berada dalam situasi sangat sulit.

Sebagai finalis tahun lalu, Harimoto membutuhkan kebangkitan luar biasa untuk bertahan. Namun, Sidorenko tidak memberi ruang bagi skenario tersebut.

Gim ketiga kembali berjalan ketat. Meski demikian, Sidorenko tetap memegang kendali pada poin-poin krusial.

Ia menutup gim ketiga dengan skor 11-8. Kemenangan itu memastikan Vladimir Sidorenko singkirkan Tomokazu Harimoto dari persaingan gelar.

Advertisement

Sidorenko Ubah Tiket Liburan karena Terus Menang

Usai pertandingan, Sidorenko mengaku tidak memasang target menang sejak awal. Bersama pelatihnya, ia hanya ingin belajar menghadapi pemain top seperti Harimoto.

Menurut Sidorenko, pemain elite dunia memiliki kecepatan dan kualitas receive yang berbeda. Karena itu, ia menilai laga seperti ini sangat penting untuk perkembangan kariernya.

“Awalnya, bersama pelatih, kami bahkan tidak memikirkan kemenangan. Target kami hanya mulai bermain melawan pemain seperti Harimoto,” kata Vladislav Sidorenko.

Ia juga mengungkap cerita unik tentang tiket liburan. Biasanya, ia sudah memesan tiket setelah babak pertama.

Namun, kemenangan demi kemenangan membuatnya terus mengubah jadwal keberangkatan. Sidorenko bahkan menyebut perubahan tiket terasa menyenangkan saat hasil pertandingan berpihak kepadanya.

“Setelah menang melawan Duda, saya mengubah tiket untuk hari berikutnya. Hari ini, saya akan mengubahnya satu hari lagi,” ujarnya.

Sidorenko menegaskan akan terus berusaha menang sebanyak mungkin. Selain itu, ia ingin menikmati setiap kesempatan di United States Smash 2026.

Juara Bertahan Tunggal Putri Juga Tersingkir

Sebelum kejutan Sidorenko, penonton di Ontario lebih dulu menyaksikan hasil besar dari sektor tunggal putri. Juara bertahan Zhu Yuling tersingkir setelah kalah dari Joo Cheonhui.

Joo Cheonhui mengalahkan Zhu Yuling dengan skor 11-4, 11-8, 15-13. Kemenangan straight games itu membuat persaingan tunggal putri semakin terbuka.

Zhu Yuling sebelumnya mencuri perhatian lewat gelar United States Smash perdana pada 2025. Saat itu, ia menuntaskan perjalanan impresif menuju trofi juara di Las Vegas.

Namun, Joo tampil lebih tajam pada Jumat malam. Pemain Korea Republic itu menerima status underdog dan mengubahnya menjadi kemenangan besar.

Dua kejutan tersebut membuat United States Smash 2026 semakin sulit diprediksi. Dengan tumbangnya nama-nama besar, perebutan gelar kini berjalan lebih terbuka dan penuh tekanan.

Advertisement

Refli Hertanto Puasa

Jurnalis waktu.news yang aktif meliput berita daerah Sulawesi Utara, Travel, politik, dan Olahraga. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan jurnalisme sejak 2010. Anggota SPRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button