Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
BolmongDaerah

Wabup Bolmong Dony Lumenta Tinjau Jembatan Rusak Desa Mopugad, Siap Masukkan APBD Perubahan 2026

Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta meninjau langsung jembatan rusak di Desa Mopugad, Kecamatan Dumoga Utara, Rabu (22/4/2026). Jembatan itu terputus lebih dari lima tahun akibat banjir dan kini hanya bisa dilintasi roda dua melalui akses swadaya warga.

Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Dony Lumenta, meninjau langsung kondisi jembatan rusak di Desa Mopugad, Kecamatan Dumoga Utara, Rabu (22/4/2026). Kunjungan itu ia lakukan sesaat setelah menghadiri perayaan Dharma Santi di wilayah yang sama. Pemerintah daerah menargetkan perbaikan jembatan penghubung vital tersebut segera masuk agenda APBD Perubahan 2026.

Peninjauan ini menjadi tindak lanjut aspirasi warga yang meminta perbaikan akses jembatan menuju pura persemayaman. Kondisi jembatan yang rusak menghambat kegiatan keagamaan warga Hindu setempat sekaligus memutus jalur distribusi hasil pertanian. Sejumlah pimpinan OPD, staf khusus, dan Sangadi turut mendampingi Wabup dalam peninjauan lapangan tersebut.

Advertisement

Dony Lumenta: Kebutuhan Anggaran Kecil Masuk APBD Perubahan, Skala Besar Masuk 2027

Dalam peninjauan itu, Dony Lumenta menjelaskan bahwa instansi teknis segera mengkaji kebutuhan anggaran perbaikan. Ia memastikan pemerintah daerah tidak menunda tindak lanjut terhadap kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini. Hasil kajian teknis akan menentukan skema pembiayaan yang paling tepat untuk merealisasikan perbaikan.

“Jika kebutuhan anggarannya relatif kecil, akan kita upayakan melalui APBD Perubahan tahun ini. Namun jika membutuhkan anggaran besar, akan kita prioritaskan pada APBD 2027.”

Advertisement

— Dony Lumenta, Wakil Bupati Bolaang Mongondow

Pernyataan itu memberi kepastian arah kepada warga Desa Mopugad yang telah lama menunggu perbaikan. Selain itu, skema dua jalur anggaran ini memperlihatkan fleksibilitas pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan infrastruktur desa. Pendekatan seperti ini memastikan tidak ada aspirasi warga yang mengendap tanpa kejelasan.

Jembatan Rusak Lima Tahun, Warga Andalkan Akses Swadaya dari Batang Kelapa

Warga setempat mengungkapkan jembatan tersebut sudah rusak lebih dari lima tahun akibat terjangan banjir. Selama periode itu, masyarakat terus mengandalkan jembatan darurat yang dibangun secara swadaya menggunakan batang kelapa dan papan seadanya. Kondisi seadanya ini menggambarkan daya tahan masyarakat sekaligus keterbatasan dukungan infrastruktur resmi di wilayah tersebut.

Akses darurat tersebut hanya mampu menopang kendaraan roda dua, sedangkan kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Situasi itu membatasi mobilitas warga dalam mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan logistik harian. Dampaknya terasa langsung pada produktivitas ekonomi warga desa yang bergantung pada sektor pertanian.

Advertisement

Dengan peninjauan langsung Wakil Bupati Bolmong ini, warga berharap proses perbaikan berjalan sesuai komitmen pemerintah daerah. Perbaikan jembatan tidak hanya memulihkan akses fisik, tetapi juga membuka kembali denyut ekonomi dan kegiatan keagamaan di Desa Mopugad. Pemkab Bolmong pun menjadikan kasus ini sebagai pengingat bahwa pembangunan infrastruktur desa harus bergerak cepat dan responsif.

Advertisement

Refli Hertanto Puasa

Jurnalis waktu.news yang aktif meliput berita daerah Sulawesi Utara, Travel, politik, dan Olahraga. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan jurnalisme sejak 2010. Anggota SPRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button