Aprilia RS-GP26 Resmi Meluncur, Motor Terakhir Era 1000cc MotoGP
Bezzecchi dan Jorge Martin siap membawa Aprilia melangkah lebih jauh usai musim terbaik sepanjang sejarah

Aprilia resmi memperkenalkan RS-GP26, motor MotoGP terakhir yang mereka bangun di bawah regulasi mesin 1000cc. Peluncuran ini menjadi momen penting bagi pabrikan asal Italia yang berambisi melampaui pencapaian gemilang musim lalu.
Motor terbaru tersebut diperkenalkan langsung oleh dua pembalap andalan Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, dalam acara peluncuran di kantor pusat Sky Italia, Milan. RS-GP26 tetap tampil garang dengan livery hitam khas Aprilia, simbol identitas sekaligus ambisi besar pabrikan Noale.
Pengembangan Menyeluruh di Semua Sektor
Aprilia memastikan RS-GP26 hadir sebagai evolusi besar. Seluruh sektor utama mengalami penyempurnaan, mulai dari aerodinamika, rangka, hingga sistem elektronik. Tak hanya itu, mesin V4 juga mendapat pengembangan intensif pada area yang tidak terkena aturan pembekuan mesin yang mulai berlaku sejak awal 2025.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Aprilia memaksimalkan potensi motor sebelum MotoGP memasuki era regulasi baru.
Target Lebih Tinggi Usai Musim Terbaik Aprilia
Dalam peluncuran RS-GP26, Aprilia menegaskan target yang jelas: memperbaiki hasil musim lalu. Tahun sebelumnya menjadi tonggak sejarah, ketika Aprilia finis sebagai runner-up klasemen konstruktor, hanya kalah dari dominasi Ducati.
Capaian tersebut merupakan yang terbaik sejak Aprilia kembali ke MotoGP pada 2015. Di bawah arahan kepala teknis baru Fabiano Sterlacchini, performa tim melonjak tajam, terutama di paruh kedua musim.
Aprilia menutup musim dengan empat kemenangan grand prix dan tiga kemenangan sprint, bukti konsistensi sekaligus peningkatan signifikan.
Bezzecchi Jadi Motor Utama Kebangkitan Aprilia
Sebagian besar hasil impresif Aprilia diraih oleh Marco Bezzecchi, yang bergabung dari tim VR46 Ducati. Setelah meraih kemenangan penting di Grand Prix Inggris, Bezzecchi tampil luar biasa di akhir musim.
Ia menutup tahun dengan dua kemenangan beruntun di Portugal dan Valencia, sekaligus mengamankan peringkat ketiga klasemen pembalap, di belakang Marc Marquez dan Alex Marquez.
“Saya sangat senang akhirnya bisa fokus kembali ke motor,” ujar Bezzecchi. “Motivasi saya tinggi. Kami tidak pernah berhenti bekerja dan saya sudah tidak sabar memulai musim baru.”
Jorge Martin Bangkit, Bidik Barisan Depan
Sementara itu, Jorge Martin akan menjalani musim keduanya bersama Aprilia pada 2026. Musim debutnya diwarnai tantangan berat, termasuk tiga cedera dan dinamika kontrak yang sempat memanas.
Kini, Martin kembali dengan tekad baru dan komitmen penuh hingga akhir 2026. Ia juga kembali menggunakan nomor balap #89, setelah musim lalu memakai nomor #1 sebagai juara dunia MotoGP 2024 bersama Pramac Ducati.
Setelah cedera terakhirnya di Jepang, Martin sukses comeback di seri penutup Valencia dan memanfaatkan jeda musim untuk memulihkan kondisi fisik.
“Target kami sekarang adalah terus berkembang bersama Aprilia,” kata Martin. “Awal musim pasti berat, tapi kami tahu apa yang harus diperbaiki. Saya ingin kembali bertarung di posisi teratas dan menang lagi.”
- Bezzecchi Tercepat dalam Uji Coba Pasca-Race MotoGP Jerez
- Marco Bezzecchi, Balapan Penuh Tantangan di MotoGP Assen: Masalah Getaran dan Posisi Kedua yang Membanggakan
- Massimo Bartolini Ungkap Tantangan Yamaha YZR-M1 2025, Fokus Utama Ada di Grip dan Ban