Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

bLOG Waktu
Global

Arab Saudi Serukan Stabilitas Timur Tengah, Tolak Campur Urusan Iran

Adel Al-Jubeir tekankan dialog damai sebagai jalan keluar di tengah ketegangan dan wacana aksi militer AS

Advertisement

Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran serta munculnya kembali wacana opsi militer Amerika Serikat. Sikap tersebut disampaikan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, dalam sebuah forum industri di Riyadh.

Al-Jubeir menekankan bahwa stabilitas dan ketenangan menjadi syarat utama agar negara-negara di kawasan dapat memfokuskan sumber daya mereka pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Advertisement

“Prioritas kami adalah menciptakan suasana yang stabil dan tenang, sehingga energi dan sumber daya dapat diarahkan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Saudi Tegas Tidak Ikut Campur Urusan Dalam Negeri Iran

Menanggapi spekulasi terkait kondisi kepemimpinan Iran dan pertanyaan mengenai kemungkinan perubahan rezim, Al-Jubeir menegaskan bahwa Arab Saudi tidak mencampuri urusan domestik negara lain.

Menurutnya, keputusan terkait arah pemerintahan sepenuhnya menjadi hak rakyat Iran. Saudi, kata dia, tidak berada pada posisi untuk menentukan bagaimana negara lain seharusnya dikelola.

Advertisement

“Itu sepenuhnya merupakan keputusan rakyat Iran. Kami tidak berhak mengatur atau mengarahkan sistem pemerintahan negara lain,” ujarnya.

Ketidakstabilan Kawasan Berdampak Besar pada Kemanusiaan

Al-Jubeir mengaitkan situasi terkini dengan sejarah panjang konflik di Timur Tengah yang telah menimbulkan dampak kemanusiaan dan menghambat pembangunan selama puluhan tahun.

Ia menyoroti rentetan konflik di Suriah, Lebanon, Gaza, Sudan, Yaman, Somalia, Irak, hingga Afghanistan sebagai bukti bahwa ketidakstabilan kawasan membawa kerugian besar bagi masyarakat.

“Kawasan ini telah menanggung penderitaan luar biasa selama lebih dari setengah abad, terutama dalam dua dekade terakhir,” katanya.

Advertisement

Arab Saudi Aktif Dorong Deeskalasi dan Mediasi

Arab Saudi, lanjut Al-Jubeir, terus mengambil peran aktif dalam meredakan ketegangan dan memediasi konflik ketika peluang tersedia. Upaya tersebut dilakukan baik melalui jalur diplomasi bilateral maupun kerja sama dengan komunitas internasional.

Ia mencontohkan keterlibatan Saudi dalam berbagai proses diplomatik di Suriah dan Lebanon di masa lalu, serta peran berkelanjutan di Gaza, Sudan, Somalia, dan Yaman.

“Setiap ada kesempatan untuk menurunkan eskalasi dan membantu penyelesaian konflik, kami selalu berupaya hadir,” ujarnya.

Dialog Jadi Pilihan Utama, Bukan Aksi Militer

Menanggapi laporan meningkatnya korban di Iran serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer, Al-Jubeir kembali menegaskan posisi Riyadh.

Arab Saudi, kata dia, konsisten mengedepankan dialog dan solusi damai sebagai jalan keluar dari konflik.

“Kami percaya semua perbedaan harus diselesaikan melalui dialog dan perundingan. Ketidakstabilan hanya akan merusak peluang pembangunan di mana pun,” tegasnya.

Advertisement

Situasi Iran Jadi Perhatian Dunia

Al-Jubeir menambahkan bahwa perkembangan di Iran kini menjadi perhatian serius komunitas internasional. Banyak pihak berharap situasi tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang meminimalkan dampak dan kerugian.

“Semua pihak mengamati kondisi ini dengan sangat saksama dan berharap penyelesaian terbaik dapat tercapai,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali tujuan utama Arab Saudi, yakni menjaga ketenangan dan mendorong stabilitas regional demi masa depan Timur Tengah yang lebih aman dan sejahtera.

Advertisement

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button