Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
Boltara

Atasi Kekurangan Stok Darah, RSUD Bolmut Hadirkan Mobil Unit Transfusi Darah

Waktu.news | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) telah mengambil langkah berani dalam upaya meningkatkan pelayanan publik. Kini, RSUD Bolmut telah melengkapi diri dengan mobil Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS), sebuah terobosan penting untuk mengatasi kekurangan stok darah yang selama ini menjadi permasalahan utama.

Sutri Buhang, Kepala Bagian Perencanaan RSUD Bolmut, menjelaskan, “Kita tidak lagi bergantung pada PMI Manado. Kekurangan stok darah adalah masalah yang sering muncul, jadi RSUD Bolmut memutuskan untuk membangun Unit Transfusi Darah Rumah Sakit dan mengakuisisi mobil UTDRS.” Penjelasannya diberikan pada Kamis (5/10/2023).

Advertisement

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa mobil UTDRS telah tiba di Bolmut dan siap beroperasi dengan anggaran sekitar Rp. 1.1 Miliar. Sementara itu, pembangunan gedung penampung darah sedang berlangsung dengan anggaran sekitar Rp. 3.2 Miliar. “Proyek ini telah dimulai sejak bulan Juli dan diharapkan selesai pada Agustus 2023 melalui APBD Tahun 2023,” tambah Sutri.

Dalam konteks ini, Juldin Bolota, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmut, menyoroti pentingnya menyediakan fasilitas yang memadai dan tenaga ahli yang diperlukan setelah bangunan penampung darah selesai. Ia juga memberikan apresiasi positif terhadap upaya RSUD Bolmut dalam menghadirkan mobil UTDRS.

Advertisement

“Kami berharap dengan adanya Bangunan Penampung Darah dan mobil UTDRS ini, DPRD tidak akan lagi menerima laporan tentang kekurangan stok darah di RSUD Bolmut,” ungkap Juldin Bolota, seorang politisi dari PAN, penuh harapan. Dengan inisiatif ini, RSUD Bolmut telah memasuki era baru dalam pelayanan kesehatan masyarakatnya. (red)

Advertisement

Mahdiyah Sanggilalung

Editor waktu.news yang bertanggung jawab atas kualitas dan akurasi pemberitaan dari seluruh biro di Sulawesi Utara. Mahdiyah memimpin proses editorial mulai dari verifikasi fakta, penyuntingan bahasa, hingga memastikan setiap berita yang dipublikasikan memenuhi standar jurnalisme yang bertanggung jawab dan berimbang.
Back to top button