Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

bLOG Waktu
BoltimDaerah

Dinas Pariwisata Boltim Siap Tarik Retribusi di Batu Buaya

Advertisement

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berencana mulai menarik retribusi di destinasi wisata Batu Buaya pada 2026. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Boltim, Eko Marsidi, mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) dapat melakukan penarikan retribusi apabila memiliki aset di lokasi destinasi wisata tersebut.

Advertisement

“Penarikan retribusi di tempat swasta itu, Pemda harus memiliki aset di destinasi wisata itu. Nah, sekarang kan kami, Pemda sudah membantu membuatkan jalan (Tongkaina-Batu Buaya). Karena itu, kami akan meminta pihak Batu Buaya untuk melakukan penarikan retribusi di situ,” kata Eko Marsidi.

Menurut Eko, komunikasi dengan pengelola Batu Buaya sudah berlangsung. Pihaknya, kata dia, menargetkan kebijakan tersebut mulai efektif pada Februari 2026.

“Tahun 2026 ini kita jalan, sekarang sedang bicara dengan owner Batu Buaya untuk melakukan penarikan retribusi,” ujarnya.

Advertisement

Eko menjelaskan, selama ini Pemda belum pernah menarik retribusi dari aktivitas wisata di Batu Buaya. Pungutan yang berlaku hanya berupa pajak usaha.

“Retribusi tidak. Pajak iya. Pajak itu wajib, pajak makan minum dan penginapan,” katanya.

Eko juga menambahkan, skema yang Dispar siapkan berbasis jumlah kunjungan dengan sistem karcis masuk. Pihaknya juga tengah membahas rencana penempatan petugas resmi di pintu masuk kawasan wisata tersebut.

“Hitungannya berdasarkan jumlah masuk karcis. Makanya kami lagi bicarakan tentang rencana penempatan petugas penarik retribusi di destinasi wisata. Supaya, swasta juga bisa memberikan kontribusi atas retribusi sebagai bagian pendapatan daerah. Satu karcis 5.000 dewasa, anak-anak 2.000,” ujar Eko. (aah)

Advertisement

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button