SUKSESKAN PORPROV XXI SULUT 2025

bLOG Waktu
DaerahManado

FPTI Boltara Raih Emas dan Perunggu di Porprov Sulut 2025, Panjat Tebing Kian Perkasa

Tim Boulder Beregu Putra Sabet Emas, Raihan Medali Panjat Tebing Tembus Tiga Podium

Advertisement

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada Porprov Sulawesi Utara 2025 yang digelar di Kota Manado, Minggu (24/1/2025).

Cabor panjat tebing Boltara sukses mengoleksi tiga medali, terdiri dari 1 emas dan 2 perunggu.

Advertisement

Boulder Beregu Putra Persembahkan Emas untuk Boltara

Medali emas diraih melalui kategori Boulder Beregu Putra yang diperkuat oleh:

  1. Wahyudiansyah
  2. Apri Paputungan
  3. Maiyan Affandi
  4. Fikri Datunugu

Keempat atlet tampil solid dengan koordinasi kuat, sehingga mampu mengungguli lawan dan memastikan podium tertinggi.

Maiyan Affandi Tambah Perunggu di Boulder Perorangan

Selain itu, Maiyan Affandi kembali menambah medali untuk Boltara dengan meraih perunggu pada nomor Boulder Perorangan. Performa stabil serta teknik yang matang menjadikannya salah satu atlet panjat tebing paling menonjol pada ajang ini.

Advertisement

Total perolehan medali panjat tebing Boltara mencapai tiga medali, masing-masing 1 emas dan 2 perunggu.

Ketua FPTI Boltara Apresiasi Atlet dan Official

Ketua FPTI Boltara, Abdul Nazarudin Maloho, menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras dan semangat juang para atlet.

Alhamdulillah, capaian ini luar biasa. Terima kasih kepada seluruh atlet dan official panjat tebing yang telah memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Sirajudin Lasena, selaku Ketua KONI Boltara, atas dukungan penuh terhadap perkembangan cabor panjat tebing.

Advertisement

Kami juga berterima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Bolaang Mongondow Utara. Prestasi ini adalah kemenangan kita semua,” tambah Maloho.

Advertisement

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button