
Boltara | Rumah Layak Huni Boltara resmi diserahkan kepada keluarga penerima manfaat di Desa Ollot I, Kecamatan Bolangitang Barat. Peresmian itu berlangsung pada momentum Hari Ulang Tahun ke-19 Bolaang Mongondow Utara, Sabtu, 23 Mei 2026.
Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, meresmikan langsung satu unit bangun baru tersebut. Rumah itu sebelumnya masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH.
Peresmian berlangsung sederhana dan penuh makna. Bupati menandai kegiatan dengan pengguntingan pita serta penyerahan kunci kepada penerima manfaat, Rahim Abubakar.
Program ini masuk dalam agenda penanggulangan kemiskinan daerah tahun 2026. Karena itu, pemerintah daerah menempatkannya sebagai bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Bupati Sirajudin Lasena menegaskan, penyediaan rumah inklusif menjadi bagian dari 17 program prioritas kepemimpinan SJL-MAP. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Boltara.
SJL-MAP Tetap Prioritaskan Program yang Menyentuh Rakyat
Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap fokus pada program pro-rakyat. Bahkan, komitmen itu tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Menurutnya, Pemkab Boltara bersama DPRD terus mengedepankan program yang memberi dampak langsung. Salah satunya melalui pembangunan Rumah Layak Huni Boltara bagi warga membutuhkan.
Ia menjelaskan, bantuan hunian layak tidak hanya memperbaiki bangunan fisik. Lebih dari itu, program ini memberi rasa aman, nyaman, dan bermartabat bagi keluarga penerima manfaat.
Selain itu, program RTLH juga menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan kemiskinan. Pemerintah daerah ingin memastikan warga kurang mampu mendapat dukungan nyata.
Bupati juga menyampaikan selamat kepada keluarga penerima manfaat. Ia berharap rumah tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kehidupan keluarga yang lebih baik.
Pemkab Siapkan 7 Unit Bangun Baru dan 8 Rehab Rumah
Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Boltara mengalokasikan pembangunan tujuh unit rumah baru melalui APBD. Beberapa unit lainnya akan diresmikan dalam beberapa pekan ke depan.
Selain pembangunan baru, pemerintah daerah juga menyiapkan delapan unit rehab rumah. Program rehab tersebut berjalan melalui skema swadaya.
Dengan skema tersebut, pemerintah ingin memperluas manfaat program perumahan layak huni. Namun, pelaksanaan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Langkah ini memperlihatkan arah kebijakan SJL-MAP dalam memperkuat perlindungan sosial. Pemerintah daerah tidak hanya membangun infrastruktur besar, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.
Program Rumah Layak Huni Boltara akhirnya menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah warga. Terutama, bagi keluarga yang membutuhkan dukungan hunian lebih layak.
Peresmian Dihadiri Forkopimda dan Pemerintah Desa
Peresmian rumah layak huni di Desa Ollot I turut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan lembaga terkait. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap program penanggulangan kemiskinan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kajari, perwakilan Kapolres, anggota DPRD, dan Pabung 1303 Bolaang Mongondow.
Selain itu, sejumlah pimpinan OPD, Camat Bolangitang Barat, Sangadi Ollot I, dan aparat desa mengikuti kegiatan tersebut. Keluarga penerima manfaat juga hadir dalam momen penyerahan kunci.
Melalui peresmian ini, Pemkab Boltara menegaskan komitmen membangun daerah dari kebutuhan paling mendasar. Hunian layak menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang sehat dan produktif.
Momentum HUT ke-19 Boltara pun tidak hanya menjadi agenda seremonial. Pemerintah daerah mengisinya dengan aksi nyata melalui Rumah Layak Huni Boltara untuk masyarakat.
- Dr. Sirajudin Lasena Pimpin Pembangunan Rumah Layak Huni di Tiga Kecamatan
- Pemkab Boltara Resmikan 3 Rumah Layak Huni di Pinogaluman dan Kaidipang, Komitmen Turunkan Kemiskinan