Waktu.news, Manado – Musim kemarau panjang tidak menyurutkan komitmen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus. Melalui semangat Green Campus Polimdo, institusi pendidikan vokasi tersebut terus berupaya merawat tanaman, menjaga ruang terbuka hijau, dan menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian Polimdo dalam menciptakan kawasan pendidikan yang asri, sehat, serta nyaman bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh sivitas akademika.
Di tengah kondisi cuaca yang menantang, pemeliharaan tanaman dan ruang hijau membutuhkan perhatian lebih agar lingkungan kampus tetap terjaga.
Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, menegaskan bahwa kondisi kemarau bukan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari kebiasaan seluruh warga kampus, termasuk melalui penggunaan air secara bijak dan pemeliharaan tanaman yang konsisten.
“Meski musim kemarau panjang, kami tetap konsisten merawat tanaman, menghemat air, serta mengelola lingkungan kampus dengan baik. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan alam,” ujar Alelo dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Green Campus Polimdo Dorong Kepedulian terhadap Lingkungan
Bagi Polimdo, penerapan konsep Green Campus tidak hanya berorientasi pada keindahan kawasan pendidikan.
Lebih dari itu, pengelolaan lingkungan kampus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan pendidikan dan kelestarian alam.
Keberadaan pepohonan serta ruang terbuka hijau turut berperan dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi seluruh warga kampus.
Karena itu, upaya pemeliharaan lingkungan perlu berlangsung secara konsisten, termasuk ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
Musim kemarau panjang menjadi salah satu tantangan dalam merawat tanaman dan mempertahankan kondisi ruang hijau.
Melalui perhatian terhadap pemeliharaan tanaman, penghematan air, serta pengelolaan kawasan kampus, Polimdo berupaya mempertahankan komitmennya terhadap lingkungan yang berkelanjutan.
Maryke Alelo juga terus mendorong agar semangat menjaga kelestarian alam menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya kegiatan pemeliharaan lingkungan secara fisik.
Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh dalam kehidupan kampus sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan aktivitas pendidikan.
Polimdo Perkuat Pendidikan Vokasi Berwawasan Lingkungan
Komitmen Green Campus turut menjadi bagian dari pandangan Polimdo mengenai kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Bagi institusi tersebut, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin melalui prestasi akademik, kompetensi mahasiswa, maupun pencapaian institusi.
Kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan membangun budaya hidup berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Melalui pendekatan tersebut, Polimdo berupaya memperkuat peran pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan dan kemampuan profesional.
Pendidikan juga diharapkan dapat menanamkan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan kepada mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
Semangat Green Campus menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam membutuhkan perhatian secara terus-menerus, bukan hanya ketika kondisi cuaca mendukung.
Dengan tetap merawat ruang hijau di tengah musim kemarau, Polimdo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang nyaman, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.