Waktu.news, Manado – Mahasiswa Program Studi D3 Pariwisata Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menghadirkan perpaduan budaya Jepang dan Sulawesi Utara melalui event Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) bertajuk “Manado Bunka Hoteru, Torang Resutoran Tobeso”.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) tersebut menjadi implementasi metode Project-Based Learning (PBL) dalam mata kuliah MICE bagi mahasiswa semester 3.

Melalui penyelenggaraan event MICE Polimdo, mahasiswa mendapat kesempatan menerapkan pengetahuan perkuliahan secara langsung, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Acara ini menghadirkan seminar internasional bersama Mr. Tamaki, sekaligus menampilkan kekayaan budaya Jepang dan Sulawesi Utara, khususnya Manado, Minahasa, serta Sangihe.

Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, S.MAP, turut menghadiri kegiatan tersebut bersama jajaran dosen, mahasiswa, dan sejumlah tamu undangan.

BACA JUGA
Di lingkungan Polimdo, pembelajaran berbasis proyek juga menjadi konteks bagi kabar tiga mahasiswa Teknik Mesin yang meraih tiga gelar juara pada PBL Expo International 2026.

Event MICE Polimdo Jadi Sarana Pembelajaran Praktik Mahasiswa

Ketua Panitia, Natasha Mamile, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menyelenggarakan acara berskala internasional.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep manajemen acara melalui teori di ruang kelas.

Mereka juga terlibat secara langsung dalam berbagai tahapan penyelenggaraan kegiatan, sehingga memperoleh pengalaman praktik sesuai bidang pendidikan yang ditempuh.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mengelola sebuah acara.

BACA JUGA
Konteks budaya Sulawesi Utara dalam event tersebut beririsan dengan peran Museum Negeri Sulawesi Utara sebagai pusat edukasi budaya, pelestarian sejarah, dan destinasi wisata daerah.

Rangkaian event menghadirkan seminar internasional yang dibawakan Mr. Tamaki serta berbagai pertunjukan yang memperlihatkan perpaduan budaya Jepang dan Sulawesi Utara.

Nuansa lintas budaya ditampilkan melalui tarian kaligrafi, peragaan busana adat, hingga sajian kuliner yang memadukan unsur Jepang dan lokal.

Sejumlah menu yang diperkenalkan kepada pengunjung antara lain Takoyaki, Onigiri, dan Matcha Lemon Tea.

Perpaduan kegiatan seminar, pertunjukan budaya, dan kuliner tersebut menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa dalam menyelenggarakan event MICE.

BACA JUGA
Pembahasan pengalaman internasional mahasiswa berlanjut pada kabar mengenai pelepasan peserta magang kerja ke Jepang oleh Gubernur Sulawesi Utara bagi lulusan SMK.

Mareyke Alelo Tekankan Pentingnya Pengalaman dan Kemampuan Adaptasi

Direktur Polimdo, Mareyke Alelo, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam merencanakan dan menjalankan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis sekaligus membentuk karakter profesional.

Pengalaman menyelenggarakan kegiatan secara langsung juga melatih mahasiswa menghadapi berbagai persoalan yang mungkin muncul di luar perencanaan.

Mareyke menilai kemampuan menyusun langkah antisipasi, menghadapi perubahan situasi, dan membangun kerja sama merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.

BACA JUGA
Sementara itu, revisi Tata Tertib DPRD Sulawesi Utara 2026 memasuki fase krusial dengan isu kehadiran daring dan dinas luar negeri.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi mengimplementasikan proyek nyata. Mereka belajar menyediakan rencana cadangan (backup plan) dan bekerja sama dengan berbagai pihak, bahkan berhasil mengundang mahasiswa dari jurusan lain seperti Teknik Elektro,” ujarnya.

Selain kemampuan teknis, ia menekankan pentingnya membangun kecerdasan emosional, ketahanan mental atau resilience, serta kemampuan berkolaborasi lintas disiplin ilmu.

Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika menghadapi berbagai tantangan dalam lingkungan kerja profesional.

Mahasiswa Pariwisata Didorong Perluas Pengalaman hingga Luar Negeri

Dalam kesempatan yang sama, Mareyke mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri menghadapi persaingan industri pariwisata yang semakin terbuka di tingkat internasional.

Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan kesempatan magang maupun bekerja di luar negeri untuk menambah pengalaman dan memperluas wawasan.

BACA JUGA
Pengalaman lintas negara itu juga tercermin dalam program mahasiswa Australia ke Sulawesi Utara yang menggabungkan kunjungan edukasi dan wisata budaya.

Jepang dan Taiwan menjadi dua negara yang disebut sebagai contoh tujuan pengembangan pengalaman internasional bagi mahasiswa.

Menurut Mareyke, kesempatan tersebut sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai sarana memperoleh penghasilan.

Mahasiswa juga perlu memanfaatkannya untuk mempelajari budaya, mengenal karakter masyarakat, serta memahami perkembangan industri pariwisata di berbagai negara.

Ia bahkan mendorong mahasiswa memperluas pengalaman melalui perjalanan ke negara lain setelah menyelesaikan program magang.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas mengenai dunia pariwisata dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja internasional.

Polimdo Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Proyek

Penyelenggaraan “Manado Bunka Hoteru, Torang Resutoran Tobeso” menjadi bagian dari upaya Polimdo memperkuat sistem pendidikan vokasi yang berorientasi pada praktik.

Melalui metode Project-Based Learning, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman mengelola kegiatan dan berinteraksi dengan berbagai pihak.

Kegiatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa meningkatkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan bekerja sama.

Pengalaman praktik yang diperoleh juga diharapkan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja, khususnya dalam menghadapi persaingan industri pariwisata global.

Dengan memadukan pembelajaran, budaya, dan pengalaman penyelenggaraan acara, Polimdo berupaya mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan profesional serta wawasan internasional.