Waktu.news, Manado – Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Sulawesi Utara mengajak generasi muda mengurangi ketergantungan terhadap gadget dengan kembali mengenal dan memainkan olahraga tradisional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta pertandingan olahraga tradisional Sulawesi Utara tingkat SMA/SMK yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di SMK Negeri 3 Manado.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ini bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, dan persaudaraan.
Selain memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada pelajar, kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (Pornas) yang dijadwalkan berlangsung tahun depan di Sulawesi Tengah.
Program ini turut mendapat dukungan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam upaya memajukan olahraga daerah sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
PORTINA Sulut Dorong Pelajar Lebih Aktif dan Kurangi Ketergantungan Gadget
Ketua PORTINA Sulawesi Utara, Louis Carl Schramm, menyoroti semakin dekatnya kehidupan anak-anak dan remaja dengan perangkat digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kegiatan yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk bergerak, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial secara langsung.
Olahraga tradisional dinilai memiliki peran penting dalam menghadirkan kembali aktivitas tersebut.
Melalui permainan tradisional, pelajar tidak hanya diajak melakukan aktivitas fisik, tetapi juga belajar mengenai kejujuran, sportivitas, dan pentingnya kebersamaan.
“Melalui permainan tradisional, para pelajar diajak untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget dan kembali menikmati aktivitas fisik yang menyehatkan. Sebab, ada nilai yang tidak tergantikan dalam permainan tradisional: kebersamaan saat bermain, semangat ketika bertanding, kejujuran dalam mengikuti aturan, serta kegembiraan yang tumbuh dari interaksi langsung dengan teman sebaya,” ungkap Schramm.
Bagi PORTINA Sulut, pelestarian olahraga tradisional tidak sebatas mempertahankan permainan yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai sosial dan memperkuat interaksi antarpelajar di tengah perkembangan teknologi digital.
Olahraga Tradisional Berpeluang Melahirkan Atlet dan Pelatih
Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengen, melihat peluang pengembangan olahraga tradisional yang lebih luas apabila mendapat pengelolaan secara tepat.
Menurutnya, olahraga tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi menjadi wadah pembinaan sumber daya manusia di bidang olahraga.
“Dengan pengelolaan yang tepat, olahraga tradisional bukan hanya menjadi simbol pelestarian budaya, melainkan juga berpeluang melahirkan atlet, pelatih, dan tenaga profesional yang mampu membawa nama Sulawesi Utara ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Yorry.
Pandangan tersebut menempatkan pelestarian olahraga tradisional sebagai bagian dari upaya pengembangan potensi generasi muda.
Kegiatan diklat dan pertandingan di Manado diharapkan dapat memperluas pengenalan olahraga tradisional di lingkungan pendidikan sekaligus mendukung persiapan menghadapi Pornas di Sulawesi Tengah.
Kolaborasi Lintas Instansi Buka Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Olahraga, Christian Yokung, menilai kerja sama lintas instansi memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga tradisional.
Ia menyoroti kolaborasi PORTINA, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Kebudayaan sebagai salah satu pendekatan yang berpotensi mendorong kemajuan olahraga tradisional di Sulawesi Utara.
Menurutnya, pengembangan olahraga tradisional tidak harus terbatas pada pelestarian budaya dan pencapaian prestasi olahraga.
Jika berlangsung secara konsisten, kegiatan tersebut juga memiliki peluang untuk mendukung sektor ekonomi kreatif.
“Apabila dikembangkan secara konsisten, olahraga tradisional berpotensi menjadi daya tarik dalam berbagai kegiatan pendidikan, festival budaya, wisata daerah, hingga penyelenggaraan pertandingan berskala lebih besar,” tutup Christian Yokung.
Melalui kegiatan selama dua hari di SMK Negeri 3 Manado, PORTINA Sulut bersama pemerintah provinsi berupaya memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda.
Inisiatif tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi olahraga tradisional Sulawesi Utara.