SEMARANG – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan KAMPUNG LESTARI, sebuah gagasan permukiman masa depan yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Konsep tersebut diajukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa–Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFT). Dalam materi yang disampaikan, tanggal 25 Agustus 2026 merupakan konteks pengajuan proposal program tersebut. Teks yang ditempel (1)
KAMPUNG LESTARI dirancang dengan empat aspek utama, yakni ketahanan air, sistem bio-sirkular, ketahanan energi, dan tata kelola digital.
Keempat unsur itu dipadukan dalam rancangan kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga diarahkan agar lebih efisien dalam mengelola sumber daya serta adaptif terhadap tantangan lingkungan dan perkembangan teknologi. Teks yang ditempel (1)
Empat Pilar dalam KAMPUNG LESTARI
Pada aspek ketahanan air, konsep KAMPUNG LESTARI mengarahkan pengelolaan pada pemanfaatan dan pengolahan sumber daya air secara berkelanjutan.
Sistem bio-sirkular dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan kembali sumber daya organik. Sementara ketahanan energi bertumpu pada pemanfaatan energi terbarukan serta pengelolaan energi secara terpadu. Teks yang ditempel (1)
Teknologi digital menjadi unsur lain dalam rancangan tersebut.
Data, Internet of Things (IoT), dan teknologi digital dirancang untuk membantu proses pemantauan kawasan sekaligus mendukung pengambilan keputusan. Teks yang ditempel (1)
Tidak Hanya Bertumpu pada Teknologi
Gagasan KAMPUNG LESTARI juga menempatkan keterlibatan berbagai pihak sebagai bagian dari pengembangan kawasan.
Pemerintah, pengembang, penyedia infrastruktur, lembaga riset, masyarakat, serta pihak pendukung lainnya dapat memiliki peran sesuai kebutuhan dan tahapan implementasi. Teks yang ditempel (1)
Meski demikian, KAMPUNG LESTARI masih berada pada tahap perancangan.
Aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, dan implementasi masih memerlukan kajian serta validasi lebih lanjut sebelum konsep tersebut dapat diterapkan secara nyata. Teks yang ditempel (1)
Melalui gagasan tersebut, tim mahasiswa UNNES berupaya menawarkan perspektif mengenai permukiman masa depan yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Teks yang ditempel (1)
Ketua Tim PKM-GFT KAMPUNG LESTARI UNNES yang tercantum dalam materi adalah Syafiq Akmal Fauzan.