Berita Boltim

Puluhan Kades di Boltim Mendadak Gelar Pertemuan, Ada Apa?

Tutuyan, WAKTU.news – Puluhan Kepala Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur mendadak malakukan sebuah pertemuan, Senin (7/2/2022), kemarin.

Pertemuan yang diselenggarakan di salah satu tempat wisata di desa Sumber Rejo, kecamatan Modayag itu, ternyata sedang melaksanakan agenda pemilihan ketua forum Sangadi atau Kepala Desa Se-Boltim.

Diketahui, agenda tersebut rupanya digagas oleh tiga kepala desa. Diantaranya, Kepala Desa Nuangan Barat Lutfi Mokoagow, Kepala Desa Tombolikat Muhammad Nur Alheid dan Kepala Desa Sumber Rejo, Merchy B. Rotinsulu.

Menurut Lutfi, pembaruan kembali para pengurus sekaligus nama wadah tempat berhimpunnya para Kades itu, sangat penting untuk dilakukan. Sebab, selain menjaga komunikasi yang erat antar kepala desa, forum Kades juga dapat berfungsi sebagai mediator dalam menawarkan solusi bagi para kepala desa jika ada masalah.

“Dan perlu saya tegaskan kembali, bahwa pertemuan ini tidak ada unsur kepentingan politik apapun,” ujar Lutfi Mokoagow, saat memimpin jalannya agenda kegiatan.

Bagi Lutfi sendiri, mengingat tidak sedikit para Kades di Boltim tersangkut sebuah persoalan hukum, namun terkesan hanya dibiarkan berjuang sendiri. Maka Ia, bersama puluhan kepala desa lainnya pada 29 Januari 2022 pekan lalu, kemudian merapatkan barisan guna pembentukan kembali pengurus forum Kades yang baru.

“Itulah mengapa kita ingin mengaktifkan kembali forum ini,” jelas Kepala Desa Nuangan Barat itu.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tombolikat, Muhammad Nur Alheid. Dirinya berharap pembentukan kembali pengurus forum Kades yang sebelumnya bernama Forum Komunikasi Sangadi (fokus), tak hanya berperan pada internal Kades saja. Namun, sedapatnya mampu menyikapi berbagai kejadian sosial yang terjadi di desa, seperti misalnya musibah kebakaran rumah.

“Nah hal itu bisa saja kita sampaikan ke Forum, dan setidaknya dapat sedikit mengurangi beban bagi yang mendapat musibah di masing-masing desa,” kata Muhammad Nur Alheid.

Alheid juga mengungkapkan, sorotan para Kades menyangkut penyegaran kembali pengurus forum baru tersebut, sudah tepat. Sebab, Ketua Forum Kades Suleman Lendongan yang ada saat ini, sejak lama memang telah menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi dapat menjalankan amanah organisasi.

“Alasannya karena sudah terlalu tua, dan itu yang dia sampaikan ke saya saat berkunjung di acara pengucapan. Makanya, dengan penyegaran ini tidak menjadi masalah,” ungkap Alheid.

Begitu pula dengan Merchy B. Rotinsulu, ia meminta para Kades tidak risau dengan status keanggotaan, meski nantinya tidak lagi menjabat sebagai Kades. Sebab, walaupun tinggal berstatus bekas Kades, tetap masih termasuk di dalam periodesasi kepengurusan dan keanggotaan forum.

Kades di Boltim

“Walaupun masa jabatan kita akan selesai, tinggal sembilan bulan ini, itu tidak menjadi batas pemisa hubungan komunikasi diantara kita,” ucap Merchy.

Tujuannya tambah Merchy, agar nanti ketika tidak lagi menjabat, para mantan Kades pun masih dapat memberikan masukan melalui forum. Utamanya, berkaitan dengan pembangunan yang ada di desa.

Pantauan waktu.news, kegiatan yang digelar di Banyu Etan Kali itu, menyepakati pengurus forum Kades baru yang diketuai Tony Sumaiku beserta beberapa Wakil Ketua. Masing-masing adalah Lutfi Mokoagow, Muhammad Nur Alheid, Hasmi Tololiu, Lukman Mamonto dan Ujin Mamonto.

Sementara untuk Sekretaris, dipercayakan kepada Brury M Paputungan dan Bendahara yakni Merchy B. Rotinsulu bersama Wakil Bendahara, Nurtin M. Kamuntuan.

Disamping menyepakati Ketua beserta para pengurus forum Kades, mereka juga akan merumuskan aturan organisasi dan nama forum Kades baru.

Bukan itu saja, segala persyaratan sebagai legalitas organisasi, pun akan mereka penuhi sehingga eksistensi sebuah forum Kades memiliki kekuatan hukum. (aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button