Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Boltim

Sedari Lama Tiga Desa di Boltim, Inginkan Kemerdekaan

Tutuyan – Kebutuhan masyarakat akan sinyal ponsel dan akses internet tampaknya sudah menjadi kebutuhan utama manusia layaknya makanan.

Apalagi di era transformasi digital ini, sinyal dan internet menjadi sangat penting di hampir semua urusan masyarakat termasuk ekonomi, politik, hukum dan pemerintahan.

Advertisement

Sayangnya, hal itu belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat seperti yang terjadi di Desa Matabulu, Matabulu Timur dan Jiko Belanga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Menurut Kepala Desa Matabulu Timur, Kamal A Mamonto, sulitnya untuk mendapatkan sinyal di daerah itu, memaksa warganya harus menuju ke puncak Gunung Loyow, sekitar 5-8 kilometer dari tempat mereka tinggal hanya untuk bertukar informasi melalui telepon.

Advertisement

“Yang ada sinyal, di gunung (Loyow). Dulu, sempat ada pada titik tertentu jika dicari, tetapi sejak desa Jiko Port memiliki sinyal, di sini (Matabulu Timur) tidak lagi ada, “kata Kamal Mamonto.

Perjuangan untuk mendapatkan sinyal di daerah tersebut, kata Kamal, sering diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa, Kecamatan sampai ke tingkat Kabupaten. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi.

“Banyak kendala, terutama urusan pemerintah dan kemasyarakatan. Terlebih anak-anak sekolah, itu harus kepuncak untuk akses internet,” kata Kamal.

Advertisement

Advertisement
1 2Laman berikutnya

Abdul Agus Heydemans

Jurnalis waktu.news yang bertugas sebagai reporter biro Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Aktif meliput berita pemerintahan daerah, politik lokal, hukum, dan pembangunan di wilayah Boltim dan sekitarnya. Bergabung dengan waktu.news sejak 2021 dan telah menghasilkan ratusan laporan berita dari wilayah Bolaang Mongondow Timur. Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Boltim.
Back to top button