Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
Sport

Seru! Raja Kelas Welter Windri Patilima: Ini Azwar Cuma Menang Tato Doank

Waktu.news | Petarung kelas welter Azwar Alamri setelah berhasil mengalahkan Brian Naufal di duel perdana Full Fight One Pride MMA FN 61, membuat tantangan terbuka.

Tantangan terbuka dan bukan kaleng-kaleng itu dialamatkan kepada raja kelas welter Windri Patilima.

Advertisement

Di Backstage Interview FN 61n, Azwar Alamri mengaku datang untuk mencari champion di kelas welter, yaitu Windri Patilima.

Harapan yang sama seperti para petarung umumnya, Petarung dari Sasana Gorontalo ini, ingin menjadi juara nasional One Pride MMA. Singgasana kelas welter  tertinggi saat ini masih diduduki oleh Windri.

Advertisement

“Saya kesini untuk mencari champion Windri Patilima,” teriak Azwar pada Backstage Interview FN 61n.

Tantangan tersebut tampaknya didengar oleh Windri Patilima. Bogani The Bad Boy buka suara setelah menonton video backstage interview Azwar pada kanal One Pride MMA.

“Ini (Azwar) cuma menang tatto doang,” tulis Windri Patilima.

Azwar Alamri: Saya Kesini Mencari Champion Windri Patilima

Advertisement

Komentar tersebut kembali direspons oleh Azwar Alamri. Insya Allah secepatnya itu sabuk pindah ke Gorontalo.

Tak berhenti sampai disitu, Windri kemudian membalas, @Aswar Alamri  Wkwk , Jang alasan lagi kita jaga ser di luka 👊 nda ada yang ba ser luka, Luka pe kacili kong.

Andrey Pakaryanto juga ikut berkomentar, @Windri Patilima yang penting jangan ser luka🤣, so nd ada yang jago di welter, cuman Champ yang Span🔥

Azwar pun ikut mengomentari, @Andrey Pakaryanto  Tenang sabam nanti kita yang mo goyang pa dia.

Fighter Windri Patilima, Silaturahmi Tanah Kelahiran Sang Ayah

Advertisement

Gaga mo tunggu ini, 2 teman baku dapa di oktagon, gass jo. So ngoni 2 punya,” tulis KJB Angky. (red)

Advertisement

Mahdiyah Sanggilalung

Editor waktu.news yang bertanggung jawab atas kualitas dan akurasi pemberitaan dari seluruh biro di Sulawesi Utara. Mahdiyah memimpin proses editorial mulai dari verifikasi fakta, penyuntingan bahasa, hingga memastikan setiap berita yang dipublikasikan memenuhi standar jurnalisme yang bertanggung jawab dan berimbang.
Back to top button