Berita Bolmut

Fighter Windri Patilima, Silaturahmi Tanah Kelahiran Sang Ayah

Windri Patilima Sang juara baru MMA Kelas Walter Weight setelah dirinya mengalahkan “Singa Karo” Theodorus Ginting Juara Bertahan belum lama ini.

Sang “Singa Karo” harus mengakui keperkasaan “Macan Mania” setelah di ronde ketiga berhasil ditumbangkan oleh Windri Patilima.

Meskipun begitu, putra keturunan Mania dan Mongondow ini tetap rendah hati. Pasalnya Minggu, (20/06/2021) sang juara baru itu bersilaturahmi dengan sanak saudara di tanah kelahiran ayahnya, Bolaang Mongondow Utara.

Selain bersilaturahmi, pria kelahiran 19 Juli 1993 ini juga berziarah ke makam saudara-saudaranya, memberikan perlatihan fighter kepada adik-adik, jumpa dengan para fans sekaligus jumpa pers dengan para wartawan.

Biodata dan profil Windri Patilima menunjukan bahwa selain masih muda, dirinya juga merupakan pribadi yang memiliki semangat dan jiwa petarung.

Sejak di usia 12 tahun, Windri Patilima sudah menjadi yatim, karena di tinggal sang ayah tercinta. Sejak itu dirinya merasa terpukul namun tidak menyurutkan semangat pria kelahiran Kotamobagu Sulawesi Utara ini tumbuh menjadi laki-laki tangguh.

Diketahui, Windri Patilima merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Anak dari pasangan Hamengku Patilima dan Maodok Mokoginta. Selain itu, sang juara memiliki kakak laki-laki bernama Meydi Patilima dan kakak perempuan Selsia Patilima dan yang satunya sudah almarhum.

Ayah windri berasal dari Desa Langi kecamatan Bolangitang Barat, sedangkan sang ibu berasal dari Desa Bilalang Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Windri Patilima sudah menikah dengan Gita Sahelangi dan kini mereka sudah dikaruniai dua anak yakni; Annisa Patilima dan Mohammad Nabawi Alfarizi Patilima.

Dalam jumpa pers dengan media, sang istri akan terus memberikan support, karena kami berjalan mulai dari titik nol. Ketika ditanya tentang para fans Wanita yang mengidolakan windri, “Ba Biasa Jo” karena windri punya prinsip, dan dia tau siapa yang selalu ada untuk dia,” ungkap Gita.

Dirinya juga mengungkapkan peraasaanya waktu itu di ronde ketiga setelah mengalahkan theo, tak bisa dibayangkan setelah menerima kemenangan itu, dan itu merupakan kebanggaan tersendiri,” ungkap sang juara.

Windri juga berharap, kedepanya juga ada bibit-bibit sang juara yang akan lahir di bolaang mongondow utara ini. Jauhi miras, perbanyak olahraga. Jangan sia-siakan masa muda, giat terus berlatih dan jangan pernah patah semangat,” tegasnya.

Sang juara juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para keluarga di Bolmut, karena telah memberikan support dan do’a hingga bisa menjadi seperti sekarang ini.

“Terima kasih kepada Keluarga, Masyarakat dan Para Fans yang selama ini telah memberikan dukungan sampai saya berada ditahap sekarang ini,” tutup Windri Patilima. (rhp)

Redaksi Waktu

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Waktu.news kemudian di publish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button