Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
BoltaraDaerah

SMK di Bolaang Mongondow Utara Catat 908 Murid dan 117 Guru, Data BPS 2026 Ungkap Pertumbuhan Positif Pendidikan Kejuruan

Data resmi BPS Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Dalam Angka 2026 mencatat perkembangan positif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah tersebut. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara kini memiliki 6 SMK aktif dengan total 117 guru dan 908 murid pada tahun ajaran 2025/2026. Angka itu menunjukkan pertumbuhan nyata dibandingkan tahun ajaran 2024/2025 yang mencatat 110 guru dan 1.037 murid dari 6 sekolah yang sama.

Enam SMK Aktif Tersebar di Lima Kecamatan, Kaidipang Dominasi Jumlah Sekolah dan Guru

Tabel 4.1.8 BPS Kabupaten Bolmut mencatat distribusi 6 SMK yang terbagi antara sekolah negeri dan swasta. Dua SMK berstatus negeri beroperasi di Kecamatan Sangkub dan Kaidipang, sementara empat SMK swasta tersebar di Bintauna, Bolang Itang Timur, Kaidipang, dan Pinogaluman. Kecamatan Bolang Itang Barat menjadi satu-satunya wilayah yang sama sekali tidak memiliki satuan pendidikan SMK. Kondisi ini menciptakan kesenjangan akses pendidikan kejuruan yang perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Advertisement

Kaidipang tampil sebagai kecamatan dengan infrastruktur SMK paling lengkap di Kabupaten Bolmut. Wilayah ini menaungi 2 SMK sekaligus – satu negeri dan satu swasta – dengan total 66 guru pada 2025/2026. Jumlah guru di Kaidipang meningkat signifikan dari 63 orang pada 2024/2025 menjadi 66 orang di tahun ajaran berikutnya. Pertumbuhan tenaga pengajar itu mencerminkan komitmen nyata pengembangan pendidikan kejuruan di kecamatan terbesar Kabupaten Bolmut tersebut.

Sangkub menempati posisi kedua dengan 30 guru SMK negeri pada 2025/2026, naik dari 29 guru setahun sebelumnya. Bolang Itang Timur mencatat angka konsisten dengan 3 guru SMK swasta di kedua tahun ajaran tersebut. Bintauna memiliki 13 guru SMK swasta pada 2025/2026, melonjak drastis dari hanya 5 guru pada 2024/2025. Lonjakan tajam di Bintauna itu mengindikasikan ekspansi kapasitas pengajaran yang agresif di sekolah kejuruan swasta setempat.

Advertisement

Jumlah Murid SMK Bolmut Turun dari 1.037 ke 908, Kaidipang Tetap Jadi Penyumbang Terbesar

Total murid SMK di Kabupaten Bolmut mengalami penurunan dari 1.037 siswa pada 2024/2025 menjadi 908 siswa pada 2025/2026. Penurunan sebesar 129 murid atau sekitar 12,4 persen itu patut menjadi perhatian serius bagi pemangku kebijakan pendidikan di daerah. Meski demikian, angka ini belum tentu mencerminkan tren negatif jangka panjang karena fluktuasi pendaftaran siswa baru bersifat dinamis setiap tahunnya. Analisis mendalam terhadap faktor penyebab penurunan ini diperlukan sebelum mengambil kesimpulan yang terburu-buru.

Kaidipang kembali mendominasi dengan kontribusi murid terbesar yakni 508 siswa pada 2025/2026. Angka itu terdiri dari 496 murid SMK negeri dan 12 murid SMK swasta di kecamatan tersebut. Dibandingkan 2024/2025 yang mencatat 579 murid, Kaidipang juga mengalami penurunan sekitar 71 siswa. Penurunan di kecamatan dengan sekolah terbanyak ini menjadi faktor utama turunnya total murid SMK Bolmut secara keseluruhan.

Sangkub mencatat 179 murid SMK negeri pada 2025/2026, turun dari 202 murid setahun sebelumnya. Bintauna mempertahankan angka relatif stabil dengan 194 murid swasta, sedikit turun dari 204 murid pada 2024/2025. Bolang Itang Timur justru mencatat penurunan tajam dari 26 menjadi hanya 14 murid pada sekolah swastanya. Sebaliknya, Pinogaluman menunjukkan tren positif dengan mempertahankan 13 murid meski angkanya relatif kecil dibandingkan kecamatan lain.

Absennya SMK di Kecamatan Bolang Itang Barat menjadi catatan kritis yang tidak bisa diabaikan pemerintah daerah. Siswa lulusan SMP di wilayah tersebut terpaksa menempuh jarak jauh untuk mengakses pendidikan kejuruan di kecamatan lain. Kondisi itu berpotensi meningkatkan angka putus sekolah di jenjang menengah atas, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan mobilitas. Pembangunan minimal satu SMK di Bolang Itang Barat menjadi agenda prioritas yang harus masuk dalam perencanaan anggaran daerah segera.

Advertisement

Secara keseluruhan, rasio guru terhadap murid SMK Bolmut pada 2025/2026 mencapai 1 berbanding 7,8. Angka itu relatif ideal secara nasional, namun distribusinya yang tidak merata antar kecamatan tetap menjadi persoalan struktural. Kaidipang dengan 66 guru melayani 508 murid, sementara Bolang Itang Timur hanya memiliki 3 guru untuk 14 murid. Ketidakseimbangan ekstrem itu menuntut redistribusi tenaga pengajar yang lebih strategis dan berbasis kebutuhan riil lapangan.

Data BPS ini sekaligus menjadi landasan evaluasi bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmut dan Kemendikbud wilayah Sulawesi Utara. Peningkatan kualitas dan pemerataan akses SMK di Bolaang Mongondow Utara membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang lebih intensif. Dengan demikian, pendidikan kejuruan di Bolmut dapat berkembang menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kompetensi angkatan kerja daerah. Keberhasilan transformasi pendidikan vokasi ini akan berdampak langsung pada daya saing ekonomi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara di masa depan.

Advertisement

Refli Hertanto Puasa

Jurnalis waktu.news yang aktif meliput berita daerah Sulawesi Utara, Travel, politik, dan Olahraga. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan jurnalisme sejak 2010. Anggota SPRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button