MALMÖ – Sora Matsushima menghentikan perjalanan wildcard tuan rumah Elias Ranefur pada perempat final Europe Smash - Sweden 2026 setelah pertarungan sengit hingga game penentuan.

Petenis meja Jepang yang menempati peringkat tiga dunia itu menghadapi tekanan besar dari Ranefur dan ribuan pendukung tuan rumah di arena.

Ranefur datang ke perempat final setelah mencatat perjalanan impresif di Malmö. Ia sebelumnya menyingkirkan Wen Ruibo dan Tomislav Pucar.

Iklan

Pertandingan melawan Matsushima menjadi penampilan pertamanya di Nordic Arena. Ranefur mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton yang memenuhi arena.

Matsushima mengakui dukungan besar kepada lawannya membuat pertandingan semakin sulit.

BACA JUGA
Di turnamen yang sama, kejutan lain terjadi ketika juara bertahan Truls Moregard takluk tiga gim langsung dari Dimitrij Ovtcharov.

“Of course, I'd be happier if my supporters were here, just like in Yokohama, but this time, playing away from home, my opponent had a huge crowd who were supporting him, and that made him put on a really strong performance. He’s a really strong player, so it was tough. But at the same time, I really enjoyed playing in front of so many people here in Sweden,” kata Matsushima.

Ranefur Paksa Matsushima Main hingga Game Ketujuh

Pertarungan berjalan ketat sejak awal.

Pada game kedua, Ranefur mampu menarik diri setelah skor berimbang dan membuat kedudukan pertandingan kembali sama.

Matsushima kemudian membalik keadaan pada momen penting di game ketiga ketika Ranefur sempat berada dalam posisi unggul.

BACA JUGA
Dalam cakupan tenis meja internasional, China raih emas ke-24 Kejuaraan Dunia Beregu 2026 setelah mengalahkan Jepang pada final.

Ranefur kembali menunjukkan perlawanan dengan memanfaatkan keuntungan bermain di kandang, servis kuat, dan ketenangan dalam reli cepat. Ia membangun keunggulan 8-4 sebelum menyamakan kedudukan pertandingan menjadi 2-2.

Drama berlanjut pada game kelima.

Saat skor 3-3, Matsushima mengira terjadi let dan memukul bola untuk meminta challenge. Namun, bola dinyatakan tidak menyentuh net.

Ranefur kemudian membuka keunggulan 8-4 di tengah dukungan besar penonton.

Matsushima tidak kehilangan momentum. Ia membalikkan keadaan menjadi 9-8 dan menyelamatkan game point sebelum kembali memimpin pertandingan.

Pemain Jepang itu lalu unggul jauh 7-1 pada game keenam.

Namun Ranefur menciptakan kebangkitan luar biasa dengan merebut 10 dari 12 poin berikutnya. Ia memenangi game tersebut dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke game ketujuh.

Arena pun bergemuruh ketika Ranefur memastikan game keenam.

Pertandingan untuk memperebutkan tiket semifinal WTT Grand Smash akhirnya harus ditentukan melalui satu game terakhir.

Matsushima Menang pada Momen Krusial

Pada game penentuan, Ranefur terus memberikan tekanan.

Pemain berusia 30 tahun tersebut bahkan menjatuhkan tubuhnya ke lantai ketika tertinggal 0-2 dalam upaya mengejar bola.

Ranefur kemudian mampu berbalik memimpin 6-4.

Momentum berubah setelah bola Matsushima mengenai sisi meja. Matsushima kemudian mengambil alih keunggulan 7-6.

Pertarungan kembali berlangsung ketat hingga skor 9-9.

Pada akhir game ketujuh, bola Matsushima sempat mengenai net tetapi gagal masuk ke meja. Setelah kedudukan 9-9, pemain Jepang itu memegang dua kesempatan servis.

Matsushima memenangi dua poin berikutnya tanpa balasan untuk menutup game penentuan.

Ia mengakui laga tersebut menjadi ujian berat meski peringkat Ranefur berada di bawahnya.

“My opponent is ranked lower than me, but he’s also a player with a lot of momentum. And with the match being away from home, it was a really tough match. I’m glad that I was able to stay resilient and fight until the very end,” ujar Matsushima.

BACA JUGA
Di panggung pingpong internasional lainnya, Shin Yubin menumbangkan Zhu Yuling dalam laga empat gim untuk mengamankan tiket perempat final WTT Champions Chongqing 2026.

Ranefur meninggalkan arena dengan emosional setelah perjuangannya terhenti di perempat final.

Meski kecewa, ia menilai penampilannya sepanjang turnamen memberinya kepercayaan diri.

“Super happy with my week here, my performance, of course, I’m sad it ended here, have to be happy, but right now I just feel a bit disappointed. I bring confidence from this performance here in Malmö, I feel like I’ve improved over the years and reached a new level. I’m aiming higher,” kata Ranefur.

Sebelum laga tersebut, Miwa Harimoto juga mencatat kemenangan di sektor tunggal putri.

Harimoto mengalahkan unggulan ke-11 Chen Yi dengan kemenangan empat game langsung, 11-1, 11-6, 12-10, dan 11-7.

Hasil itu menjaga peluang Harimoto untuk mengejar gelar tunggal putri WTT Grand Smash pertamanya.