Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

DaerahSulteng

Tingkat Kegemaran Membaca Sulawesi Tengah 2025 Capai 59,51 – Donggala Tertinggi, Morowali Terendah

Perpusnas Catat Skor Pasca Membaca 62,54 Jadi Variabel Terkuat - Tojo Una-Una Pimpin Kabupaten dalam Tahap Pra Membaca

Advertisement

Palu, 29 Maret 2026 | Tingkat kegemaran membaca Sulawesi Tengah 2025 mencatat skor 59,51 berdasarkan Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat yang dirilis Perpustakaan Nasional. Data ini mengukur tiga variabel utama: pra membaca (54,10), saat membaca (58,88), dan pasca membaca (62,54) – dengan pasca membaca sebagai variabel tertinggi yang mencerminkan kemampuan masyarakat dalam mengolah dan menerapkan apa yang telah dibaca.

Kabupaten Donggala tampil sebagai wilayah dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Sulawesi Tengah pada 2025, mencatat skor 61,63 – melampaui rata-rata provinsi yang berada di 59,51.

Advertisement

Tiga variabel Donggala mencatat angka yang konsisten kuat: pra membaca 56,15, saat membaca 61,37, dan pasca membaca 64,13 – seluruhnya di atas rata-rata provinsi. Konsistensi di ketiga tahap ini menunjukkan bahwa masyarakat Donggala tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu memproses dan memanfaatkan informasi yang mereka baca secara lebih efektif.

Capaian Donggala yang menonjol ini layak menjadi model replikasi bagi kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Tengah dalam upaya membangun budaya baca yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Kabupaten Tolitoli menempati posisi kedua dengan skor kegemaran membaca 56,06 – dengan variabel pra membaca 56,06, saat membaca 60,73, dan pasca membaca 63,22. Skor pasca membaca Tolitoli yang mencapai 63,22 menjadi salah satu yang tertinggi di antara seluruh kabupaten.

Advertisement

Kabupaten Buol menyusul di posisi ketiga kabupaten dengan skor 61,09 – pra membaca 55,98, saat membaca 60,37, dan pasca membaca 64,08. Seperti Donggala dan Tolitoli, Buol juga mencatat skor pasca membaca yang kuat – mengindikasikan bahwa pembaca di wilayah ini memiliki kemampuan literasi fungsional yang baik.

Meski bukan yang tertinggi secara keseluruhan, Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat skor pasca membaca tertinggi di seluruh Sulawesi Tengah – mencapai 64,72. Skor kegemaran membaca keseluruhannya berada di 60,55 dengan pra membaca 54,85 dan saat membaca 59,19.

Tingginya skor pasca membaca Banggai Kepulauan menunjukkan bahwa meskipun akses terhadap bahan bacaan di wilayah kepulauan mungkin lebih terbatas, masyarakatnya mampu mengolah dan menginternalisasi isi bacaan dengan sangat baik – sebuah kekuatan literasi yang perlu terus dipupuk.

Kabupaten Tojo Una-Una menonjol dalam satu variabel spesifik: pra membaca dengan skor 55,77 – tertinggi di antara seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah. Skor kegemaran membaca keseluruhannya mencapai 60,78, dengan saat membaca 60,52 dan pasca membaca 63,07.

Advertisement

Unggulnya Tojo Una-Una dalam tahap pra membaca menunjukkan bahwa masyarakat di kabupaten ini memiliki motivasi dan persiapan yang kuat sebelum mulai membaca – termasuk kemampuan memilih bahan bacaan yang relevan dan menetapkan tujuan membaca yang jelas.

Kota Palu sebagai ibu kota provinsi mencatat skor kegemaran membaca 59,84 – sedikit di atas rata-rata provinsi 59,51. Variabel pra membaca Kota Palu berada di 54,08, saat membaca 58,68, dan pasca membaca 63,77.

Menariknya, meski Kota Palu memimpin dalam Indeks Literasi Masyarakat (IPLM) provinsi, skor minat baca Sulteng untuk kota ini tidak setinggi beberapa kabupaten seperti Donggala, Buol, dan Tojo Una-Una. Ini mengindikasikan bahwa ketersediaan infrastruktur perpustakaan yang lebih baik di Palu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kegemaran membaca warganya.

Kabupaten Morowali mencatat tingkat kegemaran membaca terendah di Sulawesi Tengah 2025 dengan skor 54,68 – berada di bawah rata-rata provinsi di ketiga variabel sekaligus: pra membaca 50,10, saat membaca 54,60, dan pasca membaca 56,60.

Skor pra membaca Morowali sebesar 50,10 adalah yang terendah di antara seluruh wilayah Sulteng – menunjukkan bahwa motivasi awal untuk membaca di kabupaten ini masih sangat perlu didorong. Tanpa motivasi dan persiapan membaca yang kuat, seluruh tahap berikutnya pun akan terhambat.

Kabupaten Banggai menyusul sebagai wilayah dengan skor terendah kedua, mencatat 58,45 – pra membaca 52,47, saat membaca 58,13, dan pasca membaca 61,26.

Advertisement

Berikut data lengkap kegemaran membaca masyarakat Sulawesi Tengah 2025 per wilayah:

  • Banggai Kepulauan: keseluruhan 60,55 – pra 54,85, saat 59,19, pasca 64,72.
  • Banggai: keseluruhan 58,45 – pra 52,47, saat 58,13, pasca 61,26.
  • Morowali: keseluruhan 54,68 – pra 50,10, saat 54,60, pasca 56,60.
  • Poso: keseluruhan 58,38 – pra 52,86, saat 57,70, pasca 61,53.
  • Donggala: keseluruhan 61,63 – pra 56,15, saat 61,37, pasca 64,13.
  • Tolitoli: keseluruhan 56,06 – pra 56,06, saat 60,73, pasca 63,22.
  • Buol: keseluruhan 61,09 – pra 55,98, saat 60,37, pasca 64,08.
  • Parigi Moutong: keseluruhan 57,92 – pra 52,67, saat 57,89, pasca 60,00.
  • Tojo Una-Una: keseluruhan 60,78 – pra 55,77, saat 60,52, pasca 63,07.
  • Sigi: keseluruhan 59,83 – pra 54,34, saat 58,96, pasca 63,22.
  • Banggai Laut: keseluruhan 60,23 – pra 54,54, saat 58,81, pasca 64,51.
  • Morowali Utara: keseluruhan 59,36 – pra 53,73, saat 58,27, pasca 63,15.
  • Kota Palu: keseluruhan 59,84 – pra 54,08, saat 58,68, pasca 63,77.

Total Provinsi Sulawesi Tengah: keseluruhan 59,51 – pra 54,10, saat 58,88, pasca 62,54.

Satu pola konsisten yang terlihat di data kegemaran membaca Sulawesi Tengah 2025 adalah bahwa variabel pasca membaca selalu menjadi yang tertinggi di setiap kabupaten/kota – melampaui variabel pra membaca dan saat membaca tanpa terkecuali.

Ini mengindikasikan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah secara umum lebih kuat dalam mengolah dan mendiskusikan hasil bacaan dibanding dalam hal motivasi awal untuk membaca (pra membaca) maupun intensitas saat proses membaca berlangsung.

Tantangan terbesar yang perlu diatasi adalah memperkuat variabel pra membaca – mendorong lebih banyak warga untuk tergerak membuka buku, mengakses bahan bacaan, dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan harian – bukan sekadar aktivitas sesekali.

Tingkat kegemaran membaca Sulawesi Tengah 2025 sebesar 59,51 menempatkan provinsi ini dalam posisi yang masih membutuhkan dorongan signifikan untuk mencapai standar masyarakat literat yang ideal.

Perpustakaan Nasional, Dinas Perpustakaan Provinsi, dan seluruh pemerintah daerah perlu merancang program peningkatan minat baca yang menyentuh akar permasalahan – bukan sekadar membangun gedung perpustakaan, tetapi membangun ekosistem budaya baca yang menjangkau hingga ke desa, sekolah, dan ruang-ruang publik di seluruh pelosok Sulawesi Tengah.

Program-program seperti pojok baca di pasar dan kantor pemerintahan, perpustakaan keliling, festival literasi daerah, dan integrasi membaca dalam kurikulum berbasis komunitas perlu diperkuat dan diperluas jangkauannya.

Advertisement
Sumber
Perpustakaan Nasional, Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat 2025

Yuni Supit

Ibu Rumah Tangga yang hoby Travel dan Memasak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button