
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menandai usia ke-26 dengan sebuah pesan yang jelas, yakni peran perempuan tidak lagi berada di pinggir pembangunan. Hal itu mereka tegaskan pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun DWP.
Acara tersebut berlangsung di Kantor Bupati, Kamis (18/12/2025), dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Mohamad Iksan Pangalima, bersama jajaran organisasi perangkat daerah.
Tahun ini, DWP mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menegaskan kembali posisi keluarga, dan perempuan di dalamnya, sebagai fondasi awal pembangunan sumber daya manusia, jauh sebelum peran negara bekerja lebih luas.
Ketua DWP Kabupaten Boltim, Fitria Umbola, menyebut perjalanan 26 tahun DWP sebagai bukti bahwa kontribusi perempuan dalam perubahan sosial bukan sekadar wacana. Peran itu, menurut dia, tumbuh melalui kerja kolektif dan kemitraan yang konsisten dengan pemerintah.
“Perjalanan Dharma Wanita Persatuan selama 26 tahun membuktikan bahwa perempuan merupakan kekuatan besar dalam transformasi sosial. Dengan kerja sama, gotong royong, dan semangat melayani, DWP terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas keluarga Indonesia,” ujar Fitria saat membacakan sambutan Ketua Umum DWP, Ida Budi Gunadi Sadikin.
Sementara itu, Sekda Boltim Mohamad Iksan Pangalima menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran DWP Boltim. Ia menilai usia 26 tahun menjadi fase penting bagi organisasi untuk memperkuat peran dan relevansinya.
“Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-26 kepada seluruh jajaran Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Usia 26 tahun merupakan usia yang matang bagi sebuah organisasi,” kata Iksan saat menyampaikan sambutan Bupati Boltim, Oskar Manoppo.
Lebih lanjut, Iksan mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, seiring percepatan digitalisasi dan perubahan sosial yang memengaruhi kehidupan keluarga aparatur sipil negara.
Menurut Iksan, Dharma Wanita Persatuan tidak bisa lagi dipandang sekadar sebagai organisasi pendamping ASN. Perannya kini lebih strategis dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan mendukung kinerja aparatur pemerintah.
“Dharma Wanita Persatuan bukan sekadar organisasi istri Aparatur Sipil Negara, melainkan pilar penting yang mendukung kinerja aparatur pemerintah melalui terciptanya lingkungan keluarga yang harmonis dan suportif,” ujarnya.
Melalui momentum HUT ke-26, Iksan mengajak seluruh anggota DWP untuk terus memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kapasitas diri agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Mari kita perkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan, terus berkarya, meningkatkan kualitas diri, serta menjadi perempuan yang mandiri dan inspiratif bagi masyarakat di sekeliling kita,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-26 DWP Boltim juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak ASN golongan I, II, dan PPPK. Selain itu, ada pula penyerahan Surat Keputusan pengesahan pengurus DWP pada satuan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltim. (ril/aah)
- Sirajudin Lasena Ajak Eksistensi: Pesan Inspiratif di HUT DWP Bolmut ke-24
- Sayembara Logo HUTDA Buol: Pemenang Resmi Ditetapkan untuk Perayaan ke-26
- Hut Dharma Wanita Persatuan Indonesia Ke-21 dan Hari Ibu Ke-29 Bolmut Sukses