Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

DaerahGorontalo

Wamentrans Serahkan 109 SHM ke Warga Transmigrasi Gorontalo, Resmikan Proyek Rp4,4 Miliar

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyerahkan langsung 109 SHM warga transmigrasi Gorontalo di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (8/4/2026) didampingi Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Bupati Tonny Yunus. Penyerahan sertifikat hak milik transmigrasi ini memberikan kepastian hukum sekaligus membuka akses permodalan bagi warga yang selama ini belum memiliki bukti kepemilikan lahan resmi. Selain itu, Wamentrans Viva Yoga meresmikan sejumlah proyek infrastruktur yang Kementerian Transmigrasi danai senilai total Rp4,4 miliar di kawasan tersebut. Dengan demikian, kunjungan kerja ini menjadi salah satu momen paling signifikan bagi pengembangan kawasan transmigrasi Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir.

Proyek senilai Rp4,4 miliar tersebut mencakup pembangunan jalan non-status menuju kawasan transmigrasi, gedung balai pertemuan warga, dan rehabilitasi sekolah yang sudah lama membutuhkan perbaikan. Selanjutnya, infrastruktur ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup ribuan warga transmigran di Pulubala Gorontalo. Sementara itu, kehadiran jalan akses baru akan memperlancar distribusi hasil pertanian warga ke pasar-pasar terdekat. Oleh karena itu, investasi infrastruktur ini langsung menyentuh kebutuhan mendasar yang warga transmigran perjuangkan selama bertahun-tahun.

Advertisement

109 SHM Bisa Dijadikan Agunan di Bank, Wamentrans Larang Keras Penjualan Lahan

Viva Yoga menegaskan bahwa SHM warga transmigrasi yang diserahkan hari ini membawa dua fungsi strategis sekaligus. Pertama, sertifikat ini memberikan kepastian hukum atas lahan yang selama ini warga garap tanpa bukti kepemilikan formal. Selain itu, SHM ini memungkinkan warga menggunakannya sebagai agunan pinjaman bank untuk modal usaha produktif. Namun, Wamentrans secara tegas melarang warga menjual lahan yang menjadi hak mereka tersebut kepada pihak manapun.

Viva Yoga mempertegas bahwa pemerintah menyerahkan SHM sebagai pedoman dan landasan hukum bagi warga transmigran. Selanjutnya, beliau mendorong warga yang membutuhkan modal usaha untuk memanfaatkan sertifikat ini melalui skema pinjaman perbankan yang resmi. Bahkan, kebijakan ini membuka peluang akses kredit yang sebelumnya tertutup bagi warga transmigran yang tidak memiliki dokumen kepemilikan. Dengan demikian, kepemilikan lahan transmigrasi Gorontalo kini bertransformasi menjadi aset ekonomi produktif yang nyata bagi warga.

Advertisement

Viva Yoga turut menyampaikan bahwa kawasan transmigrasi menjadi salah satu sektor prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo. Beliau mencontohkan kesuksesan kawasan transmigrasi di Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang menjadi produsen beras nomor satu Indonesia. Selain itu, kawasan tersebut bahkan mendapat penghargaan langsung dari Presiden atas kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, kawasan transmigrasi Pulubala Gorontalo memiliki potensi serupa yang perlu warga dan pemerintah daerah optimalkan bersama.

Gubernur Gusnar Dorong Warga Transmigran Kembangkan Pertanian dan Peternakan Ayam Terintegrasi

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memanfaatkan momentum kunjungan Wamentrans ke Gorontalo untuk mendorong warga transmigran mengoptimalkan lahan pertanian mereka. Beliau mengumumkan bahwa Pemprov Gorontalo membangun ekosistem pertanian khusus yang mengutamakan distribusi bantuan benih bagi warga transmigrasi. Selain itu, setiap program pembagian benih pertanian akan mengalokasikan jatah khusus bagi komunitas transmigran di Kabupaten Gorontalo. Dengan demikian, warga transmigran mendapat prioritas akses terhadap sumber daya pertanian yang Pemprov Gorontalo kelola.

Gusnar Ismail juga mendorong warga transmigran untuk mengembangkan usaha peternakan ayam yang kini sangat menjanjikan secara ekonomi. Selanjutnya, beliau mengumumkan rencana pembangunan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Kabupaten Gorontalo Utara bekerja sama dengan DANANTARA. Bahkan, proyek ambisius ini mencakup pabrik pakan ternak, pembibitan DOC, pemeliharaan ayam, hingga rumah potong hewan dalam satu sistem industrial. Akibatnya, warga transmigran Gorontalo berpeluang masuk ke dalam rantai nilai peternakan modern yang menguntungkan secara ekonomi.

Kesempatan dialog antara warga dan Wamentrans Viva Yoga mengungkap sejumlah masalah yang masih menghantui warga transmigran. Dua isu utama yang mencuat yakni kebutuhan pembangunan infrastruktur desa yang belum merata dan kepemilikan Lahan Usaha II yang hingga kini belum warga terima. Oleh sebab itu, Wamentrans perlu menindaklanjuti aspirasi ini secara konkret agar kepercayaan warga transmigran terhadap program pemerintah terus terjaga. Selanjutnya, penyelesaian masalah Lahan Usaha II transmigrasi Gorontalo menjadi agenda mendesak yang Kementerian Transmigrasi harus prioritaskan dalam waktu dekat.

Advertisement

Advertisement

Nanang Kasim

Jurnalis waktu.news yang bertugas sebagai editor dan reporter biro Sulawesi Utara. Bergabung dengan waktu.news sejak 2026 dan saat ini terdaftar sebagai wartawan madya di PWI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button