Masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kini dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan lebih mudah. Untuk berobat, warga cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) sebagai identitas pelayanan.
Kemudahan tersebut merupakan bagian dari penguatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim dan BPJS Kesehatan Cabang Tondano melalui penandatanganan Adendum Perjanjian Kerja Sama tentang penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dilaksanakan di Kantor BPJS Kesehatan Manado, Rabu (23/9/2026).
Adendum tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Boltim Oskar Manoppo bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Daryono, serta disaksikan Wakil Bupati Boltim Argo Vinsensius Sumaiku.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat tidak lagi dibebani berbagai persyaratan administrasi saat membutuhkan pelayanan kesehatan. KTP atau KK dapat digunakan sebagai dokumen identitas untuk memperoleh pelayanan kesehatan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas utama dalam proses pelayanan.
Kemudahan itu berlaku pada fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, baik fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, sesuai ketentuan kepesertaan dan pelayanan yang berlaku.
Bupati Oskar Manoppo mengatakan, kemudahan akses pelayanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan publik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Masyarakat tidak boleh dipersulit ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Dengan cukup menggunakan KTP atau KK, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Oskar.
Menurutnya, penguatan kerja sama dengan BPJS Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar di bidang kesehatan.
“Prinsipnya, pemerintah harus hadir memberikan kemudahan. Kami ingin pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat, sehingga ketika ada kebutuhan untuk berobat, masyarakat tidak lagi terkendala oleh urusan administrasi,” tuturnya.
Oskar menambahkan, Pemkab Boltim akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat koordinasi dengan BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang menjadi mitra pelayanan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Boltim dr. Minarni Manoppo, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Samsurizal Korompot, Kepala Dinas Sosial Ade Herly Mokoginta, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Iwan Tololiu. (ril/aah)