Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

bLOG Waktu
Bisnis

WhatsApp Hadirkan Mode Keamanan Ketat untuk Tangkal Peretasan Canggih

Fitur “Strict Account Settings” Beri Perlindungan Ekstra bagi Jurnalis, Aktivis, dan Pengguna Berisiko Tinggi

Advertisement

WhatsApp resmi meluncurkan mode keamanan lanjutan bernama Strict Account Settings. Fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap serangan siber tingkat lanjut, terutama bagi pengguna yang berisiko tinggi menjadi target peretasan.

Opsi baru tersebut tersedia langsung di menu pengaturan WhatsApp dalam bentuk satu tombol aktivasi. Sekali diaktifkan, sistem akan otomatis menerapkan serangkaian lapisan pertahanan tambahan.

Advertisement

Perlindungan ini mencakup pemblokiran media dan lampiran dari nomor tak dikenal, penonaktifan pratinjau tautan, serta pembisuan panggilan masuk dari kontak asing. Ketiga aspek tersebut selama ini dikenal sebagai celah yang kerap dimanfaatkan pelaku pengawasan digital dan peretas profesional.

WhatsApp menegaskan bahwa seluruh percakapan pengguna tetap dilindungi oleh enkripsi end-to-end. Namun, perusahaan menyadari bahwa sebagian pengguna-seperti jurnalis, aktivis, dan figur publik-membutuhkan perlindungan lebih ketat untuk menghadapi ancaman siber yang jarang terjadi, tetapi sangat kompleks.

Dengan peluncuran fitur ini, Meta Platforms mengikuti langkah perusahaan teknologi besar lainnya dalam menyediakan perlindungan khusus bagi pengguna berisiko tinggi. Sebelumnya, Apple telah memperkenalkan Lockdown Mode pada 2022 sebagai perlindungan ekstrem di iPhone dan macOS. Fitur tersebut membatasi lampiran pesan, pratinjau tautan, hingga akses FaceTime dan penjelajahan web.

Advertisement

Langkah serupa juga diambil Alphabet melalui sistem operasi Android dengan menghadirkan Advanced Protection Mode. Fitur ini membatasi sejumlah fungsi demi meningkatkan keamanan, termasuk mencegah pemasangan aplikasi berisiko dari luar Play Store.

Kehadiran Strict Account Settings disambut positif oleh kalangan peneliti keamanan digital. Fitur ini dinilai dapat memberikan perlindungan nyata bagi pembela hak asasi manusia, pembangkang, dan aktivis, sekaligus mendorong perusahaan teknologi lain untuk meningkatkan standar keamanan mereka.

Peneliti keamanan dari The Citizen Lab, John Scott-Railton, menyebut langkah WhatsApp sebagai perkembangan penting dalam perlindungan pengguna. Ia berharap pendekatan serupa dapat diikuti oleh platform teknologi lain di masa mendatang.

Advertisement

Advertisement

Yuni Supit

Ibu Rumah Tangga yang hoby Travel dan Memasak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button