Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

bLOG Waktu
BolselDaerah

Bolsel Kian Mendunia, Birdwatching dan Diving Jadi Magnet Wisatawan Global di Awal 2026

Wisata minat khusus berbasis alam mendorong Bolaang Mongondow Selatan tampil sebagai destinasi berkelas dunia yang berkelanjutan

Advertisement

Memasuki awal 2026, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) semakin memantapkan diri sebagai destinasi wisata minat khusus yang autentik dan berorientasi pada kelestarian alam. Daerah ini mencuri perhatian wisatawan mancanegara berkat dua unggulan utama: birdwatching dan diving kelas dunia.

Lonjakan minat wisatawan asing menjadi indikator kuat bahwa pariwisata Bolsel bergerak ke arah yang tepat. Sepanjang 2025, turis dari berbagai negara mulai menjadikan Bolsel sebagai tujuan utama wisata alam berbasis pengalaman.

Advertisement

Birdwatching Bolsel, Surga Baru Pengamat Burung Dunia

Wisata birdwatching di Bolsel berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kekayaan hayati yang masih terjaga, habitat alami yang nyaris tanpa gangguan, serta keberadaan burung endemik Sulawesi menjadikan wilayah ini sebagai magnet baru bagi pengamat burung internasional.

Wisatawan asal Eropa hingga Asia datang bukan sekadar berlibur. Mereka belajar mengenal ekosistem, mengamati perilaku satwa liar, dan ikut mendukung praktik konservasi alam berbasis pariwisata. Aktivitas ini menghadirkan pengalaman mendalam yang tidak ditemukan di destinasi wisata massal.

Diving Bolsel Tetap Jadi Ikon Wisata Bahari Sulawesi

Di sisi lain, wisata selam Bolsel tetap mempertahankan reputasinya sebagai ikon pariwisata bahari Sulawesi. Air laut yang jernih, terumbu karang yang sehat, serta ragam biota laut menjadikan kawasan ini spot diving favorit wisatawan domestik dan mancanegara.

Advertisement

Konsistensi kualitas alam bawah laut membuat Bolsel terus dilirik penyelam profesional maupun pencinta wisata bahari. Banyak di antaranya datang kembali karena pengalaman menyelam yang dianggap eksklusif dan alami.

Wisatawan Mancanegara Terus Berdatangan Sepanjang 2025

Data kunjungan wisata sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Wisatawan mancanegara datang dari berbagai negara, mulai dari Jerman, Australia, Prancis, Inggris, Swedia, Belanda, hingga Korea Selatan, Tiongkok, Singapura, Filipina, dan Republik Ceko.

Keberagaman negara asal wisatawan ini menegaskan bahwa Bolsel mulai dikenal luas di peta pariwisata internasional, khususnya untuk segmen wisata alam dan minat khusus.

Pemkab Bolsel Fokus Wisata Berkualitas, Bukan Massal

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bolsel, Moh. Ichsan Utiah, menegaskan bahwa capaian tersebut lahir dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun pariwisata berkelanjutan.

Advertisement

“Bolsel tidak membidik pariwisata massal. Kami fokus pada wisata minat khusus yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal,” tegas Ichsan.

Pemkab Bolsel, lanjutnya, akan terus memperkuat promosi internasional, meningkatkan kapasitas pelaku wisata lokal, serta menjaga kelestarian alam sebagai aset utama daerah.

“Kami ingin Bolsel tidak hanya dikenal, tetapi dikenang. Dunia harus melihat Bolsel sebagai destinasi yang ramah, alami, dan berkelas dunia,” tambahnya.

Bolsel, Lebih dari Sekadar Destinasi Wisata

Dengan kekayaan alam, dukungan kebijakan, dan arah pembangunan yang jelas, Bolaang Mongondow Selatan kini melampaui sekadar tujuan liburan. Bolsel menawarkan perjalanan yang autentik, edukatif, dan berkelanjutan-pengalaman yang ingin selalu diulang oleh wisatawan.

Data Kunjungan Nyata: Diving Trip dan Ecotour & Birdwatching Bolsel Sepanjang 2025

Tingginya minat wisatawan mancanegara terhadap diving dan birdwatching di Bolsel tidak hanya terlihat dari narasi promosi, tetapi juga tercermin dari data kunjungan riil sepanjang 2025.

Untuk wisata selam (Diving Trip), Bolsel menerima kunjungan wisatawan dari berbagai negara dan kota, antara lain:

Advertisement
  • Januari: 6 pax (Jakarta), 1 pax (Jerman)
  • Februari: 2 pax (Jerman), 1 pax (Australia)
  • April: 12 pax (Jakarta)
  • Mei: 1 pax (Jerman), 1 pax (Filipina)
  • Juni: 6 pax (Korea), 2 pax (Australia)
  • Agustus: 6 pax (Bandung), 11 pax (Singapura), 2 pax (Tiongkok)
  • Oktober: 2 pax (Jerman), 2 pax (Tiongkok), 6 pax (Jakarta)
  • November: 2 pax (Jerman), 14 pax (Singapura)
  • Desember: 8 pax (Jakarta), 1 pax (Swedia)

Sementara itu, Bolsel Ecotour & Birdwatching juga menunjukkan tren positif dengan wisatawan dari Eropa yang datang hampir sepanjang tahun:

  • Januari: 2 pax (Belanda)
  • Februari: 1 pax (Republik Ceko)
  • Mei: 10 pax (Live on Board)
  • Juli: 2 pax (Prancis), 4 pax (Jerman)
  • September: 1 pax (Prancis), 2 pax (Prancis), 2 pax (Belanda)
  • Oktober: 2 pax (Belanda), 2 pax (Belanda)
  • November: 3 pax (Jerman), 2 pax (Inggris)
  • Desember: 3 pax (Jerman), 2 pax (Inggris)

Data ini mempertegas bahwa pariwisata minat khusus Bolsel bukan sekadar potensi, melainkan sudah menjadi produk wisata berkelas internasional yang diminati pasar global secara konsisten.

Advertisement

Redaksi

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Waktu.news kemudian di publish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button