Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari mitigasi cuaca ekstrem, pengawasan dan penataan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI), hingga persiapan tahapan pemilihan sangadi.

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Boltim, Kamis (1/10/2026), dan diikuti unsur Forkopimda serta peserta dari unsur terkait.

Dalam sambutannya, Oskar mengatakan rapat Forkopimda memiliki urgensi tinggi karena dinamika sosial, alam dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat bergerak sangat cepat.

“Perlu kita sadari bersama bahwa rapat Forkopimda memiliki urgensi yang sangat tinggi. Dinamika sosial, alam dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat bergerak sangat cepat,” kata Oskar.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di wilayah Boltim. Karena itu, diperlukan penyelarasan langkah, persepsi dan tindakan strategis antarpimpinan daerah.

BACA JUGA
Penyelarasan langkah antarpimpinan daerah juga terlihat dalam langkah Oskar Manoppo memimpin Apel Gelar Pasukan dan Patroli Himbauan untuk mengantisipasi karhutla.

“Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri, kita membutuhkan penyelarasan langkah, persepsi dan tindakan strategis antar unsur pimpinan daerah agar setiap potensi gangguan keamanan, ketertiban, maupun hambatan pembangunan dapat kita deteksi dini dan selesaikan secara cepat, tepat dan terukur,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, mitigasi cuaca ekstrem menjadi salah satu agenda yang dibahas. Pemerintah daerah perlu menyusun langkah antisipasi konkret untuk menghadapi ketidakpastian iklim guna meminimalisir dampaknya terhadap logistik, infrastruktur dan keselamatan warga.

Agenda berikutnya berkaitan dengan pengawasan dan penataan lokasi pertambangan.

Upaya tersebut diarahkan untuk mengubah aktivitas penambangan liar atau PETI menjadi sektor formal yang aman, legal dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Selain itu, antisipasi kelangkaan BBM dan distribusi gas LPG bersubsidi turut menjadi perhatian dalam rapat Forkopimda.

Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat kecil dengan memperketat pengawasan jalur distribusi guna mencegah penimbunan maupun praktik penyalahgunaan kuota subsidi.

Persiapan pelaksanaan tahapan pemilihan sangadi juga menjadi agenda strategis yang dibahas.

Menurut Oskar, pemilihan sangadi merupakan agenda penting daerah yang membutuhkan kesiapan regulasi dan percepatan teknis. Di sisi lain, kesiapan keamanan, pemetaan konflik dan kamtibmas juga perlu dipersiapkan.

Selain empat agenda tersebut, rapat Forkopimda juga membuka ruang untuk membahas berbagai isu strategis lainnya, khususnya dinamika sosial-ekonomi terbaru yang membutuhkan respons cepat.

Oskar mempersilakan seluruh anggota Forkopimda menyampaikan isu strategis serta pandangan sesuai kewenangan, fungsi dan ranah tugas masing-masing.

“Saya berharap pertemuan hari ini melahirkan rekomendasi yang implementatif demi kepentingan masyarakat Bolaang Mongondow Timur,” katanya.

Oskar juga mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus merapatkan barisan dan menjaga soliditas yang telah terbangun dalam menjalankan amanah serta tugas pengabdian kepada masyarakat. (ril/aah)