Kasus dugaan korupsi dana pakan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) cukup memprihatinkan karena dana tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar satwa. Pakan merupakan salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan satwa. Adanya dugaan penyalahgunaan dana menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran untuk kebutuhan satwa perlu dilakukan secara transparan dan diawasi dengan baik. Apalagi satwa yang berada di kebun binatang sangat bergantung pada manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sebagai mahasiswa Biologi, permasalahan ini tidak hanya dapat dilihat dari sisi kerugian negara, tetapi juga dari kesejahteraan satwa. Setiap jenis satwa mempunyai kebutuhan pakan yang berbeda, baik dari jenis makanan, jumlah, maupun kandungan nutrisinya. Pemberian pakan yang sesuai diperlukan agar satwa tetap sehat dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik. Selain pakan, kondisi kandang, kebersihan, kesehatan, dan lingkungan yang sesuai dengan karakteristik satwa juga harus menjadi perhatian.
Kebun binatang seharusnya tidak hanya dipandang sebagai tempat wisata. KBS memiliki fungsi konservasi dan edukasi sehingga pengelolaannya harus tetap memperhatikan kebutuhan satwa. Satwa yang ada di dalamnya bukan hanya menjadi daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga merupakan makhluk hidup yang harus dirawat dan dilindungi. Pengelolaan yang terlalu berorientasi pada kepentingan ekonomi dapat menjadi masalah apabila kesejahteraan satwa justru terabaikan.
Transparansi dalam pengelolaan dana juga menjadi hal yang penting. Masyarakat perlu mengetahui bahwa dana yang dialokasikan untuk kebutuhan satwa benar-benar digunakan sesuai dengan peruntukannya. Pengawasan dan audit secara rutin dapat membantu mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran. Selain itu, informasi mengenai kondisi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan satwa juga perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana satwa-satwa tersebut dirawat.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya orang-orang yang memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan satwa dalam menjalankan kebun binatang. Pengelolaan satwa tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan, tetapi membutuhkan pemahaman tentang kebutuhan biologis, perilaku, kesehatan, dan konservasi setiap spesies. Dengan pengelola yang memiliki kompetensi serta sistem pengawasan yang baik, kebutuhan satwa dapat lebih terjamin dan berbagai permasalahan dapat lebih cepat diketahui.
Pada akhirnya, kasus dugaan korupsi dana pakan KBS seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengelolaan dan pengawasan. Jangan sampai permasalahan dalam pengelolaan dana justru berdampak pada satwa yang tidak dapat menentukan sendiri bagaimana mereka mendapatkan makanan dan perawatan. Keberhasilan sebuah kebun binatang seharusnya tidak hanya dilihat dari banyaknya pengunjung atau pemasukan, tetapi juga dari bagaimana kesehatan, kesejahteraan, dan kelangsungan hidup satwa benar-benar dijaga
Naya Khairunnisa- Mahasiswa Prodi Biologi , Universitas Negeri Yogyakarta.