Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
Boltim

Dibalik Penarikan Mesin Tempel 40 HP di Pos Pengawas DKP Boltim

Kepala Dinas Perikanan Boltim, Nasrudin Paputungan, saat di konfirmasi waktu.news, menerangkan. Pos Pengawas di Desa Loyow sudah bukan kewenangan Dinas Perikanan Boltim lagi, dan telah diserahkan kembali ke Provinsi Sulawesi Utara.

“Sudah tidak ada pos itu, bukan kewenangan kami lagi. Kami telah serahkan aset itu,” kata Nasrudin, Kamis (19/8/2021) dua hati lalu.

Advertisement

Mengenai kepemilikan sejumlah mesin tersebut, lanjut Nasrudin, adalah aset Dinas Perikanan Boltim yang hanya dipinjamkan dan bukan hak nelayan. Oleh karena itu, pihaknya kemudian menarik tiga mesin tempel 40 HP sesuai dengan periode waktu yang ditentukan.

“Beda dengan barang yang harus diserahkan ke masyarakat. Misalnya mesin katinting, freezer atau kapal, kami bikin berita acara, serahkan. Tapi kalau itu, bisa kami pinjaman pakaikan. Terus masalahnya buat media apa,” ucap Nasrudin.

Advertisement

Nasrudin juga menegaskan, bahwa ketiga aset mesin 40 HP yang bisa dipinjampakaikan itu bisa langsung ditarik selama jangka waktu perjanjian sudah selesai.

“Begitu. Yang salah, kalau mesin itu saya kasih pinjam dipetani. Toh, kalo saya kase pinjam nelayan atau, yang jelas mesin itu masih penguasaan kami,” jelasnya.

Sampai berita ini di publis, belum diketahui jelas keberadaan sejumlah mesin 40 HP itu. Diduga, mesin tersebut berada pada salah satu pengusaha nelayan tangkap. (aah)

Advertisement

Advertisement
Laman sebelumnya 1 2

Abdul Agus Heydemans

Jurnalis waktu.news yang bertugas sebagai reporter biro Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Aktif meliput berita pemerintahan daerah, politik lokal, hukum, dan pembangunan di wilayah Boltim dan sekitarnya. Bergabung dengan waktu.news sejak 2021 dan telah menghasilkan ratusan laporan berita dari wilayah Bolaang Mongondow Timur. Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Boltim.
Back to top button