Gempa bumi M7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026, pukul 06.48 WITA, menelan korban jiwa gempa Manado pertama. Seorang warga lanjut usia bernama Deice Lahia (69) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan kanopi di Gedung Hall B KONI Manado. Guncangan kuat yang berlangsung cukup lama itu memicu kepanikan massal - ribuan warga berhamburan keluar rumah dan gedung untuk menyelamatkan diri. Selain menelan korban jiwa, gempa ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik di Kota Manado.Peristiwa robohnya kanopi yang menewaskan lansia meninggal reruntuhan KONI Sulawesi Utara ini terjadi di sisi utara gedung. Bagian kanopi yang menaungi area luar Gedung Hall B KONI tidak mampu menahan getaran hebat gempa dan langsung ambruk. Deice Lahia berada di sekitar area tersebut saat bencana terjadi dan tidak sempat menghindari reruntuhan. Insiden ini mempertegas betapa cepatnya dampak struktural gempa berkekuatan besar terhadap bangunan di kawasan perkotaan.
Wakapolda Sulut Konfirmasi Kematian di Lokasi Kejadian
Wakapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol Awi Setiyono, turun langsung ke lokasi untuk memimpin penanganan di lapangan. Kehadirannya memperlihatkan keseriusan aparat dalam merespons dampak korban jiwa gempa Manado yang terjadi di area publik. Di hadapan awak media, Brigjen Awi menyampaikan konfirmasi resmi terkait insiden tersebut."Kanopi sebelah utara gedung KONI roboh dan menimpa warga yang berada di sekitar lokasi. Satu orang dinyatakan meninggal dunia."- Brigjen Pol Awi Setiyono, Wakapolda Sulawesi Utara, di lokasi kejadianPernyataan itu sekaligus menjadi konfirmasi resmi pertama dari aparat kepolisian terkait adanya korban jiwa pascagempa. Tim kepolisian bersama aparat gabungan langsung mengamankan area dan membantu proses evakuasi warga yang masih berada di sekitar lokasi. Selain itu, akses ke area Gedung KONI dibatasi untuk mencegah bertambahnya korban akibat potensi reruntuhan susulan. Koordinasi antara kepolisian, BPBD, dan tim medis berjalan cepat sejak momen pertama setelah gempa berhenti.
Jenazah Dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk Pemeriksaan Forensik
Jenazah lansia meninggal reruntuhan KONI Sulawesi Utara, Deice Lahia, segera dievakuasi oleh tim gabungan setelah proses identifikasi awal di lokasi. Petugas membawa jenazah ke RS Bhayangkara Manado untuk menjalani pemeriksaan forensik lebih lanjut. Langkah ini merupakan prosedur standar penanganan korban meninggal dalam situasi bencana. Keluarga korban turut didampingi oleh petugas setempat dalam menghadapi kepedihan yang tiba-tiba ini.Deice Lahia, 69 tahunWarga lanjut usia yang menjadi korban jiwa pertama gempa M7,6 Sulawesi Utara · Meninggal akibat tertimpa reruntuhan kanopi sisi utara Gedung Hall B KONI Manado · Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara ManadoAparat kepolisian memastikan pengamanan area gedung KONI berlangsung ketat untuk mencegah risiko tambahan bagi warga maupun petugas di lapangan. Tim gabungan juga menyisir seluruh sudut gedung guna memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Sebagai bagian dari penanganan bencana, korban jiwa gempa Manado ini menjadi prioritas pendataan resmi yang segera dilaporkan ke pemerintah daerah. Pemantauan kondisi seluruh gedung publik di Kota Manado kini menjadi agenda mendesak yang dijalankan secara paralel.