Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
BoltimDaerah

Kenapa Bupati Boltim Imbau Warga Gelar Pesta di Hari Kerja? Ini Alasannya

Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, baru-baru ini mengeluarkan edaran soal kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia menyampaikan surat edaran tersebut kepada camat dan sangadi atau kepala desa. Isinya mengimbau masyarakat agar menggelar pesta pernikahan pada hari kerja, yakni Senin hingga Jumat.

Advertisement

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, pesta yang menumpuk di akhir pekan sering kali menyebabkan bentrokan jadwal dan membuat tubuh pegal.

Hal itu disampaikan langsung oleh Oskar saat memimpin apel di halaman Kantor Bupati, Senin (7/7/2025), dua hari lalu.

Advertisement

“Menyangkut masalah kegiatan pesta nikah, saya sudah perintahkan ke asisten satu buat surat edaran. Senin sampai Jumat, silakan pesta masyarakat, pejabat akan istirahat dulu,” kata Oskar Manoppo.

Menurut Oskar, undangan pesta yang datang bersamaan, terutama saat Sabtu dan Minggu, membuat pejabat kelabakan membagi waktu. Dalam satu hari, mereka bisa menerima hingga sembilan undangan dari tempat yang saling berjauhan.

“Saya lihat (undangan) hari-hari pesta. Begitu dilihat Sabtu Minggu. Hari Sabtu sembilan pesta, tidak tahu harus mo kemana,” lanjutnya.

Meski begitu, Oskar menegaskan imbauan ini bukan larangan mutlak. Warga tetap boleh menggelar pesta di akhir pekan. Namun, ia mengingatkan agar tidak terlalu berharap pejabat bisa hadir seperti biasa.

Advertisement

“Jadi, itu beberapa Pemda sudah terapkan, Bolsel, Bolmut. Senin sampai Jumat, silakan masyarakat berpesta, pesta nikah atau lain sebagainya. Tapi Sabtu Minggu, adalah waktu istirahat bagi para pejabat. Supaya kita ada waktu lagi untuk ke kebun dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selain soal waktu, jarak antar lokasi pesta juga menjadi pertimbangan. Menurut Oskar, berpindah-pindah antar desa dalam sehari sangat rentan kelelahan.

“Kalau dia buat Buyat, satu di Kotamobagu, satu di Tobongon, kita yang ‘lusiang’ (nyeri otot, sakit pinggang, sakit tulang, dan rematik) di jalan. Jadi harus diatur,” ucapnya. (aah)

Advertisement

Advertisement

Abdul Agus Heydemans

Jurnalis waktu.news yang bertugas sebagai reporter biro Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Aktif meliput berita pemerintahan daerah, politik lokal, hukum, dan pembangunan di wilayah Boltim dan sekitarnya. Bergabung dengan waktu.news sejak 2021 dan telah menghasilkan ratusan laporan berita dari wilayah Bolaang Mongondow Timur. Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Boltim.
Back to top button