Munculnya ikan sapu-sapu dalam jumlah yang sangat banyak di sungai merupakan salah satu masalah lingkungan yang perlu diperhatikan. Berdasarkan berita dari Universitas Airlangga, ikan sapu-sapu dapat bertahan dan berkembang dengan baik di sungai yang tercemar karena memiliki daya tahan terhadap kondisi lingkungan yang buruk.

Sementara itu, ikan lokal justru banyak yang tidak mampu bertahan hidup sehingga keberadaan ikan sapu-sapu menjadi semakin dominan. Hal ini menunjukkan bahwa pencemaran sungai bukan hanya membuat air menjadi kotor, tetapi juga dapat mengubah keseimbangan ekosistem di dalamnya.

Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa masalah lingkungan juga tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat. Ketika sungai terus tercemar dan ekosistem di dalamnya terganggu, hal tersebut menunjukkan masih kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, menjaga sungai bukan hanya soal menjaga alam, tetapi juga tentang bagaimana kita sebagai warga negara mau bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kepentingan bersama. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sungai dan lingkungan di sekitar kita dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah maupun limbah sembarangan.

Mahasiswa juga dapat mengimbau masyarakat untuk tidak melepaskan ikan atau hewan peliharaan ke sungai karena dapat mengganggu ekosistem apabila menjadi spesies asing di lingkungan tersebut. Selain itu, mahasiswa dapat ikut dalam kegiatan pengamatan kualitas lingkungan, bersih sungai, maupun kegiatan edukasi di masyarakat.

Hal sederhana seperti memberikan pemahaman kepada orang-orang di sekitar sudah menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus bentuk partisipasi sebagai warga negara.

Masalah ikan sapu-sapu sebenarnya tidak cukup diselesaikan hanya dengan menangkap ikannya, tetapi juga harus melihat penyebabnya, yaitu kondisi sungai yang tercemar. Karena itu, upaya yang penting adalah mengurangi pencemaran dan memperbaiki kondisi habitat sungai agar ikan lokal dapat kembali hidup dengan baik.

Dalam hal ini, mahasiswa dapat ikut berkontribusi dengan membagikan pengetahuan kepada masyarakat dan terlibat dalam kegiatan yang dapat membantu menjaga lingkungan.

Jika masyarakat mulai memiliki kesadaran untuk menjaga sungai dan tidak memasukkan spesies asing ke lingkungan secara sembarangan, masalah tersebut dapat dikurangi secara bertahap. Dengan begitu, ilmu yang dipelajari tidak hanya digunakan dalam bidang akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.