Operasi gabungan menyasar lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Huntuk, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sabtu (3/10/2026) belum lama ini.
Dalam operasi tersebut, lima orang diamankan bersama dua unit alat berat jenis excavator yang diduga digunakan dalam aktivitas pertambangan di lokasi.
Tim gabungan yang turun dalam penindakan itu terdiri dari Gakkum KLHK, Satgas PKH dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit I Bolmong-Bolmut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber yang mengetahui operasi tersebut, lima orang yang diamankan masing-masing berinisial FN, ZP, YA dan IP. Sementara identitas satu orang lainnya hingga kini belum diketahui secara pasti.
Menariknya, nama FN menjadi perhatian karena disebut merupakan anak dari eks Pj Wali Kota Kotamobagu. Sumber tersebut pun membenarkan FN merupakan anak dari mantan penjabat.
“Iya, anak mantan,” tulisnya kepada wartawan.
Selain itu, sumber tersebut juga menyebut adanya dugaan keberadaan warga negara asing (WNA) asal China di lokasi yang menjadi sasaran operasi.
“WNA China juga dengar-dengar ada,” tambahnya.
Kepala Kesatuan Pemangku Hutan (KKPH) Unit I Bolmong-Bolmut, Risal Burase, S.Hut, membenarkan adanya operasi penindakan di kawasan tersebut.
Menurut Risal, operasi melibatkan tim gabungan Gakkum dan Satgas PKH yang sebelumnya juga terlibat dalam penindakan di lokasi Oboy.
“Iya benar, tim yang turun terdiri dari Gakkum dan Satgas yang kemarin juga waktu melakukan penindakan di lokasi Oboy,” jelas Risal.
Meski demikian, Risal menegaskan KPH Unit I Bolmong-Bolmut dalam operasi tersebut hanya berperan sebagai pendamping.
“KPH Satu hanya mendampingi,” singkatnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai identitas dan status hukum lima orang yang diamankan.
Informasi mengenai dugaan keberadaan WNA asal China di lokasi tersebut juga belum mendapat penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut dalam informasi tersebut masih dilakukan hingga berita ini diturunkan. (bs/aah)