MANADO – Pengurus Kota Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Manado masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan di Ruang Paripurna DPRD Kota Manado, Sabtu (26/9/2026).

Kepengurusan baru tersebut dipimpin Givenchy Lord Tangkudung, S.H., M.H. Pelantikan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga bola basket dan meningkatkan prestasi atlet di Kota Manado. Teks yang ditempel (1)

Pembinaan atlet sejak usia dini menjadi salah satu hal yang ditekankan. Kompetisi pelajar dan berbagai kegiatan olahraga dinilai perlu terus dikembangkan untuk memberikan ruang bagi generasi muda mengasah kemampuan. Teks yang ditempel (1)

PERBASI Manado Miliki 256 Atlet

Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencatat PERBASI Manado saat ini memiliki 15 klub yang terdaftar secara resmi.

Selain itu, terdapat 256 atlet, 56 pelatih berlisensi resmi, serta lima wasit dengan lisensi nasional. Teks yang ditempel (1)

BACA JUGA
Di tengah penguatan pembinaan olahraga di Manado, perkembangan kompetisi lain tercermin melalui Kejurnas Tenis Meja Gubernur Banten Cup 2026 yang diikuti 700 atlet dari berbagai provinsi.

Potensi tersebut menjadi bagian dari modal pembinaan bola basket di Manado untuk menghadapi berbagai kompetisi ke depan.

Pemerintah Kota Manado bersama KONI Manado diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan PERBASI dan Dinas Pemuda dan Olahraga dalam menjalankan program pembinaan maupun kompetisi. Teks yang ditempel (1)

Bidik Persiapan Menuju Porprov Sulut 2027

Program pembinaan juga diarahkan untuk mempersiapkan atlet-atlet Manado menghadapi berbagai ajang olahraga.

Salah satu agenda yang disebut dalam materi adalah Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara 2027. Teks yang ditempel (1)

BACA JUGA
Selain agenda Porprov Sulawesi Utara 2027, perkembangan olahraga pelajar di Manado juga terlihat melalui turnamen tenis meja se-Sulut 2026 yang menyasar siswa SMA, SMK, dan SLB.

Penguatan pembinaan tidak hanya bertumpu pada PERBASI. Sinergi antara pemerintah, KONI, klub, pelatih, sekolah, orang tua, dan seluruh insan olahraga juga dipandang sebagai bagian penting dalam membangun pembinaan yang berkelanjutan.