TOMOHON — Pemerintah Kota Tomohon melaksanakan Profiling ASN Tomohon 2026 untuk memperkuat manajemen talenta dan tata kelola kepegawaian.
Ratusan pegawai mengikuti kegiatan tersebut di Kantor BKN Regional XI Manado, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pemkot Tomohon memperoleh kuota sebanyak 640 PNS dalam pelaksanaan profiling tahun ini.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan kapasitas 100 peserta pada setiap sesi.
Kepala BKPSDM Daerah Kota Tomohon Djon Sonny Liuw mengatakan profiling bertujuan memetakan potensi dan kompetensi ASN.
BKN Regional XI Manado memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut bersama tim penilai kompetensi.
Menurut Djon, Profiling ASN Tomohon 2026 menjadi bagian penting dalam penerapan manajemen talenta aparatur.
Pemkot ingin mengembangkan kompetensi pegawai melalui pendidikan, pelatihan, serta pengalaman kerja secara lebih terarah.
Selain itu, hasil profiling dapat mendukung penempatan pegawai berdasarkan kemampuan dan potensi masing-masing.
Profiling ASN Jadi Dasar Manajemen Talenta
Pemkot Tomohon di bawah kepemimpinan Caroll Senduk dan Sendy Rumajar mendorong tata kelola kepegawaian yang profesional.
Pemerintah juga menempatkan transparansi dan orientasi hasil sebagai bagian dari pengelolaan aparatur.
Karena itu, Profiling ASN Tomohon 2026 diarahkan untuk menghasilkan data kompetensi yang lebih terukur.
Djon menjelaskan ProASN wajib menjadi bagian dalam penguatan kemampuan dan pengetahuan aparatur.
Profiling membantu pemerintah mengenali kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural setiap pegawai.
Selanjutnya, pemerintah dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyusun pengembangan kompetensi secara lebih tepat.
Salah satu tujuan utama ialah mendukung terwujudnya satu data ASN nasional.
Data tersebut diharapkan valid, terpadu, dan terus diperbarui pada instansi pusat maupun daerah.
Selain itu, profiling memberikan gambaran jumlah, usia, kompetensi, dan lokasi penempatan pegawai.
Informasi tersebut penting ketika pemerintah merencanakan kebutuhan serta formasi ASN.
Pemetaan juga mendukung prinsip penempatan pegawai sesuai keahlian dan potensi.
Konsep tersebut dikenal melalui prinsip the right man on the right place.
Dengan demikian, pemerintah dapat mengurangi ketidaksesuaian antara kemampuan pegawai dan tugas yang mereka jalankan.
Data Profiling Dipakai untuk Karier dan Promosi
Hasil Profiling ASN Tomohon 2026 tidak hanya digunakan untuk memetakan kemampuan pegawai.
Data tersebut juga menjadi bahan dalam pengembangan karier, talenta, dan suksesi kepemimpinan.
Pemerintah dapat mengidentifikasi ASN yang memiliki potensi tinggi untuk menjalani pengembangan lebih lanjut.
Selain itu, data membantu pemerintah mempersiapkan regenerasi ketika sejumlah aparatur memasuki masa pensiun.
Profiling juga dapat mendukung keputusan terkait mutasi dan promosi.
Selanjutnya, pemerintah dapat memanfaatkan hasilnya sebagai dasar rotasi, pelatihan, serta pengelolaan penghargaan dan pembinaan.
Pendekatan berbasis data membantu mengurangi keputusan kepegawaian yang hanya bergantung pada penilaian subjektif.
Karena itu, kualitas data menjadi faktor penting dalam penerapan manajemen ASN.
BKPSDM dapat menggunakan pemetaan tersebut untuk mengetahui kebutuhan pelatihan setiap pegawai.
Program pengembangan kemudian dapat menyesuaikan kesenjangan kompetensi yang ditemukan.
Dengan begitu, anggaran pelatihan dapat diarahkan kepada kebutuhan yang lebih relevan.
Pemerintah juga dapat mengurangi penumpukan pegawai pada unit tertentu melalui perencanaan yang lebih akurat.
Profiling Diharapkan Tingkatkan Efisiensi Birokrasi
Pemkot berharap Profiling ASN Tomohon 2026 membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi birokrasi.
Data yang tepat memungkinkan pemerintah menyusun organisasi berdasarkan kebutuhan riil.
Selain itu, perangkat daerah dapat mengetahui kompetensi yang tersedia maupun masih perlu diperkuat.
Pemetaan tersebut juga dapat membantu meningkatkan produktivitas ASN dalam menjalankan pelayanan.
Pengembangan pegawai tidak lagi menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh aparatur.
Sebaliknya, pemerintah dapat menyusun program berdasarkan profil dan kebutuhan masing-masing ASN.
Langkah tersebut mendukung penerapan sistem merit dan manajemen talenta secara lebih terarah.
Selain kompetensi, potensi kepemimpinan juga menjadi bagian penting dalam pemetaan.
Pemerintah dapat mempersiapkan calon pemimpin sejak lebih awal melalui pengembangan yang sesuai.
Dengan demikian, proses suksesi jabatan memiliki basis data yang lebih jelas.
Kegiatan profiling diikuti ratusan pegawai Pemkot Tomohon selama tiga hari.
Setiap sesi menampung sekitar 100 peserta sesuai pengaturan yang telah disiapkan.
Mewakili Kepala Kantor Regional XI Manado, Ketua Pokja Pembinaan Manajemen ASN Jovinus Montolalu turut hadir.
Tim penilai kompetensi BKN Pusat juga mengikuti pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pada akhirnya, Profiling ASN Tomohon 2026 diharapkan memperkuat tata kelola aparatur yang profesional dan berbasis kompetensi.
Pemkot menargetkan hasil pemetaan menjadi pijakan untuk mengembangkan ASN sesuai kebutuhan organisasi dan pelayanan masyarakat.