SILVERSTONE — Raul Fernandez juara MotoGP Inggris setelah tampil dominan di Sirkuit Silverstone, Minggu.
Pembalap Aprilia-Trackhouse asal Spanyol itu memimpin balapan sejak start hingga menyentuh garis finis.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan Grand Prix kedua sepanjang karier Fernandez di kelas utama MotoGP.
Artikel Terkait
Persaingan MotoGP berlanjut di sesi latihan Aragon, dengan Marc Marquez menjadi pembalap tercepat dalam Hasil FP2 MotoGP Aragon 2025.
Sementara itu, pemimpin klasemen Jorge Martin harus puas menyelesaikan balapan pada posisi kedua.
Marco Bezzecchi asal Italia melengkapi podium dengan finis di posisi ketiga.
Fernandez mengambil kendali setelah Martin menjalani start buruk dari posisi terdepan.
Artikel Terkait
Setelah balapan Silverstone, persaingan MotoGP berlanjut di Kualifikasi 1 MotoGP Aragon 2025, dengan Fabio Di Giannantonio dan Fabio Quartararo lolos ke Q2.
Masalah tersebut kemungkinan berkaitan dengan kendala mekanis setelah percikan api terlihat dari bagian belakang motornya.
Akibatnya, Martin kehilangan sejumlah posisi pada tikungan pertama.
Fernandez langsung memanfaatkan situasi tersebut untuk memimpin dan tidak pernah kehilangan posisi pertama.
Pembalap berusia 25 tahun itu menguasai seluruh 20 lap di Silverstone.
Artikel Terkait
Setelah dominasi Fernandez di Silverstone, Hasil Sprint MotoGP Prancis 2025 menghadirkan kemenangan Marc Marquez setelah menyalip Fabio Quartararo pada lap ketujuh.
“Ini kemenangan yang sangat spesial setelah kami meraih tiga podium secara beruntun,” kata Fernandez.
Ia menegaskan timnya kini ingin mengejar hasil yang lebih besar pada seri berikutnya.
Fernandez Bangkit Setelah Gagal di Sprint Race
Keberhasilan Raul Fernandez juara MotoGP Inggris terasa semakin istimewa setelah hasil buruk sehari sebelumnya.
Fernandez mengalami kecelakaan pada sprint race dan kehilangan kesempatan meraih poin penting.
Setelah kejadian itu, ia bahkan menyebut dirinya melakukan kesalahan bodoh.
Namun, Fernandez memberikan respons sempurna ketika balapan utama berlangsung.
Ia menjaga kecepatan sejak lap pertama dan mampu membangun ritme konsisten.
Selain itu, Fernandez tidak memberikan kesempatan kepada Martin untuk mendekat dan melakukan serangan.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang catatan unik pemenang MotoGP di Silverstone.
Fernandez menjadi pemenang berbeda ke-12 dalam 12 Grand Prix terakhir di sirkuit legendaris tersebut.
Silverstone juga menjadi salah satu sirkuit terkenal yang rutin menggelar Formula 1.
Karakter lintasan cepat memberikan tantangan besar bagi motor, ban, serta konsistensi pembalap.
Fernandez mampu mengelola semuanya dengan baik sepanjang balapan.
Dengan kemenangan tersebut, performa Aprilia-Trackhouse kembali menunjukkan perkembangan positif.
Selain kecepatan motor, konsistensi Fernandez dalam beberapa seri terakhir mulai memberikan hasil nyata.
Jorge Martin Tetap Perbesar Keunggulan Klasemen
Meski gagal menang, Jorge Martin tetap memperoleh keuntungan besar dari MotoGP Inggris.
Juara dunia 2024 tersebut memperbesar keunggulannya dalam klasemen menjadi 31 poin.
Sebelumnya, Martin juga memenangkan sprint race Silverstone pada Sabtu.
Karena itu, akhir pekannya tetap memberikan tambahan poin penting dalam persaingan gelar.
Martin mengakui sangat menginginkan kemenangan pada balapan utama.
Namun, kesalahan kecil pada tikungan pertama membuatnya kehilangan banyak posisi.
“Saya sangat menginginkan kemenangan hari ini dan fokus sejak awal,” ujar Martin.
Menurutnya, hasil tersebut tetap memberi dorongan besar terhadap motivasi tim.
Sementara Raul Fernandez juara MotoGP Inggris, Martin memilih fokus mempertahankan konsistensi dalam persaingan kejuaraan.
Keuntungan Martin semakin besar setelah Ai Ogura gagal menyelesaikan balapan.
Pembalap Jepang tersebut memulai lomba dari posisi kedua di grid.
Ogura juga berada pada posisi kedua klasemen sebelum balapan dimulai.
Namun, ia terjatuh pada pertengahan lomba dan kehilangan kesempatan mendapatkan poin.
Kini, Ogura tertinggal 37 poin dari Martin dalam klasemen sementara.
Bezzecchi Jadi Penantang Utama Gelar
Kegagalan Ai Ogura membuat Marco Bezzecchi naik menjadi penantang utama Jorge Martin.
Pembalap Aprilia tersebut menunjukkan perjuangan luar biasa selama akhir pekan Silverstone.
Bezzecchi baru pulih dari cedera patah tulang selangka selama jeda musim panas.
Cedera tersebut ia alami saat sesi kualifikasi MotoGP Jerman bulan lalu.
Namun, kondisi tersebut tidak menghentikannya meraih podium di Inggris.
Posisi ketiga menjadi hasil penting bagi Bezzecchi dalam persaingan klasemen.
Selain itu, performanya memperkuat posisi Aprilia dalam persaingan dengan pabrikan lain.
Di belakang podium, Alex Marquez dari Ducati-Gresini finis pada posisi keempat.
Pedro Acosta dari KTM kemudian menyelesaikan balapan di posisi kelima.
Pembalap Italia Fabio Di Giannantonio dari VR46 menempati posisi keenam.
Sementara itu, juara dunia bertahan Marc Marquez hanya mampu finis ketujuh.
Pembalap Spanyol tersebut mengendarai Ducati pabrikan pada balapan Silverstone.
Hasil itu membuat Marquez kehilangan kesempatan mengambil poin lebih besar dari para rival.
Silverstone Hadirkan Pemenang Berbeda Lagi
Hasil MotoGP Inggris kembali memperlihatkan karakter Silverstone yang sulit diprediksi.
Selama 12 Grand Prix terakhir, sirkuit tersebut selalu menghadirkan pemenang berbeda.
Kini, Raul Fernandez juara MotoGP Inggris dan menambahkan namanya dalam daftar panjang tersebut.
Kemenangan itu juga memperkuat momentum Fernandez setelah tiga podium beruntun.
Bagi Aprilia-Trackhouse, hasil ini menjadi bukti kemampuan mereka bersaing pada level teratas.
Sementara itu, Jorge Martin masih memegang keuntungan terbesar dalam perebutan gelar.
Bezzecchi kini muncul sebagai rival terdekat setelah kegagalan Ogura.
Persaingan kejuaraan pun semakin menarik memasuki rangkaian seri berikutnya.
Fernandez sendiri menegaskan kemenangan di Silverstone bukan tujuan akhir.
Artikel Terkait
Di sisi lain, artikel Marc Marquez dan Alex Marquez di Jerez mengulas kemenangan Alex serta percakapan kedua bersaudara sebelum tampil di televisi MotoGP.
Sebaliknya, ia ingin menggunakan hasil tersebut sebagai titik awal mengejar kemenangan berikutnya.