Rumah Hancur Akibat Gempa Bitung M7,6: Tanggul 4 Meter Ambruk Timpa Hunian Warga di Manembo-nembo Tengah, Tidak Ada Korban Jiwa
Tanggul roboh menimpa bangunan di Manembo-nembo Tengah jadi kerusakan terparah di Kota Bitung - pemilik rumah selamat karena sedang mengantar keluarga ke rumah sakit saat gempa terjadi

Satu unit rumah hancur akibat gempa Bitung M7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026, pukul 05.48 WITA. Tanggul setinggi sekitar 4 meter di samping rumah warga di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, ambruk dan menghantam bangunan di bawahnya. Beruntung, rumah milik Ronny (53) dalam kondisi kosong saat insiden terjadi sehingga tidak ada korban jiwa. Kerusakan terkonsentrasi di bagian dapur yang hancur total, sementara bagian depan rumah mengalami kerusakan ringan.
Peristiwa tanggul roboh menimpa bangunan di Manembo-nembo ini berlangsung sesaat setelah guncangan kuat berhenti. Konstruksi tanggul yang tidak mampu menahan getaran hebat gempa M7,6 langsung runtuh ke arah bangunan di bawahnya. Material reruntuhan menutupi sebagian besar area dapur dan menghancurkan struktur atapnya. Kejadian ini memperjelas betapa cepatnya gempa besar mengubah struktur bangunan yang ada di sekitar tepian tanggul atau tebing.
Pemilik Rumah Selamat karena Kebetulan Sedang di Rumah Sakit
Ronny (53), pemilik rumah yang hancur akibat gempa Bitung itu, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut dari anggota keluarga yang datang ke rumah sakit. Saat gempa mengguncang, ia tengah mengantar keluarganya berobat sehingga tidak berada di lokasi. Kabar robohnya tanggul langsung ia terima di rumah sakit, membuatnya bergegas pulang untuk menilai kondisi huniannya.
Ronny, 53 tahunPemilik rumah terdampak di Manembo-nembo Tengah, Matuari, Kota Bitung · Selamat karena sedang mengantar keluarga ke rumah sakit saat gempa terjadi · Mengetahui kejadian dari kabar keluarga di RS
“Waktu gempa, tanggul di samping rumah roboh dan menimpa rumah saya. Saya tahu dari salah satu keluarga yang datang ke rumah sakit mengabarkan kejadian ini.”
Advertisement– Ronny (53), pemilik rumah terdampak, kepada wartawan di lokasi
Pernyataan Ronny itu menggambarkan betapa banyak warga Bitung yang baru menyadari kerusakan rumahnya setelah menerima kabar dari orang lain. Situasi kacau pascagempa membuat komunikasi dan verifikasi kerusakan berjalan tidak merata di berbagai titik kota. Selain itu, kepanikan massal yang terjadi sesaat setelah guncangan menyulitkan warga untuk segera kembali dan memeriksa kondisi hunian mereka. Oleh karena itu, laporan kerusakan terus masuk secara bertahap ke pihak berwenang.
Polres dan Kodim 1310 Bitung Terjun ke Lokasi, Barang Warga Dievakuasi
Personel Polres Bitung dan Kodim 1310/Bitung bergerak cepat ke lokasi tanggul roboh menimpa bangunan Manembo-nembo ini untuk melakukan pembersihan material. Tim gabungan menyingkirkan reruntuhan tanggul yang masih menutupi area rumah dan akses jalan di sekitarnya. Sejumlah barang milik Ronny-termasuk peralatan tidur, meja, kursi, dan lemari-berhasil dievakuasi ke rumah terdekat. Langkah evakuasi barang itu bertujuan mencegah kerusakan lebih lanjut akibat potensi reruntuhan susulan.
Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai, hadir langsung di lokasi dan menegaskan status rumah Ronny sebagai bangunan paling parah terdampak di Kota Bitung. Selain kerusakan rumah warga, insiden lain juga tercatat di sekitar kota pascagempa.
“Rumah ini paling parah. Selain itu ada juga plafon gereja di SMP 12 yang jatuh, serta beberapa tembok rumah warga dilaporkan retak.”
Advertisement– AKP Abdul Natip Anggai, Kasi Humas Polres Bitung, di lokasi kejadian
Peta Kerusakan Pascagempa di Kota Bitung
Berdasarkan data sementara Polres Bitung, kerusakan fisik pascagempa tersebar di beberapa titik berbeda di Kota Bitung. Rumah hancur akibat gempa Bitung milik Ronny menjadi yang paling parah, namun sejumlah titik kerusakan lain turut dilaporkan warga.
- Plafon gereja di area SMP 12 jatuh
- Beberapa tembok rumah warga dilaporkan retak
- Bagian depan rumah Ronny – kerusakan ringan
Proses pendataan kerusakan di Kota Bitung masih terus berlangsung oleh tim gabungan Polres, Kodim, dan pemerintah kota. Warga diimbau segera melapor apabila menemukan kerusakan bangunan di sekitar tempat tinggal mereka. Selain itu, masyarakat diminta menjauhi bangunan yang memperlihatkan retakan struktural untuk mencegah risiko tambahan. Tanggul roboh menimpa bangunan di Manembo-nembo ini menjadi pengingat penting bahwa struktur pendukung seperti tanggul dan dinding penahan pun perlu diperhitungkan dalam mitigasi bencana perkotaan.
- Gempa M7,6 Sulawesi Utara Telan Korban Jiwa Pertama: Lansia 69 Tahun Tewas Tertimpa Kanopi Roboh di Gedung KONI Manado
- Respons Pemkot Bitung Pascagempa M7,6: Nol Korban Jiwa, Tim Darurat Langsung Bergerak
- Force Mayor Proyek Talud Taman Rudis Wabup Gulantu Ambruk