MANADO — Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menghadiri NSIF 2026 di Four Points by Sheraton Manado, Jumat, 7 Agustus 2026.

North Sulawesi Investment Forum tersebut mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, perbankan, pemilik proyek, dan delegasi internasional.

Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara menggelar forum bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Iklan

Forum mengangkat tema Driving Value Creation: Advancing Downstream and Green Investment in North Sulawesi.

Materi resmi kegiatan mencantumkan agenda mulai pukul 08.30 WITA, termasuk presentasi proyek dan pertemuan dengan investor.

Kehadiran Sirajudin Lasena membuka ruang bagi Boltara untuk memperkuat jejaring investasi bersama pemerintah daerah dan calon mitra.

Artikel Terkait
Jejaring investasi yang diperkuat Sirajudin Lasena juga berkaitan dengan rencana proyek 200 hektare yang dibahas dalam artikel tentang proyek strategis Boltara.

Selain itu, forum tersebut memberi kesempatan setiap daerah memperkenalkan proyek potensial kepada investor.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto menilai investasi menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki sumber daya sekaligus pertumbuhan ekonomi yang mendukung masuknya investasi baru.

Karena itu, NSIF 2026 tidak hanya menawarkan potensi, tetapi juga menunjukkan kesiapan proyek kepada investor.

BI bersama pemerintah daerah telah mendampingi sejumlah proyek agar memenuhi kebutuhan dan standar calon penanam modal.

Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen

Perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan II 2026 tumbuh 5,42 persen secara tahunan.

Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen.

Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto mengalami akselerasi dari 3,25 persen menjadi 7,12 persen.

Sektor konstruksi juga meningkat dari 3,35 persen menjadi 7,63 persen secara tahunan.

Joko menilai perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas investasi dan pembangunan bergerak semakin kuat.

Momentum itu perlu pemerintah manfaatkan dengan menghadirkan iklim usaha yang kompetitif dan memberikan kepastian kepada investor.

Realisasi investasi Sulawesi Utara juga menunjukkan perkembangan positif pada triwulan II 2026.

Penanaman Modal Dalam Negeri mencapai Rp1,284 triliun atau sekitar 63,15 persen dari total investasi.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing tercatat sebesar Rp749 miliar atau mencapai 36,85 persen.

Kota Manado membukukan realisasi investasi terbesar dengan nilai Rp720,54 miliar.

Kabupaten Minahasa Utara menyusul dengan investasi Rp636,51 miliar.

Selanjutnya, Kota Bitung mencatat realisasi sebesar Rp202,26 miliar pada periode tersebut.

Melalui NSIF 2026, pemerintah ingin mempertahankan tren itu sekaligus memperluas investasi ke berbagai wilayah.

Bagi Boltara, forum investasi memberikan peluang memperkenalkan kebutuhan pembangunan kepada mitra potensial.

Kehadiran Sirajudin Lasena juga memperkuat hubungan daerah dengan BI, Pemprov Sulut, dan pelaku investasi.

Kolaborasi tersebut penting karena pembangunan daerah membutuhkan sumber pembiayaan di luar belanja pemerintah.

Namun, investasi harus memberi nilai tambah serta manfaat langsung bagi masyarakat.

Dari Perikanan hingga Air Minum Masuk Portofolio Investasi

Portofolio investasi Sulawesi Utara kini mencakup sektor yang semakin beragam.

Sektor tersebut meliputi perikanan, pariwisata, industri pengolahan, transportasi, logistik, kesehatan, dan penyediaan air minum.

Perkembangan itu memperlihatkan perubahan orientasi investasi menuju hilirisasi dan penciptaan nilai tambah.

Selain itu, pemerintah mendorong proyek yang memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Tema NSIF 2026 secara khusus menggabungkan hilirisasi dengan investasi hijau.

Pendekatan tersebut mendorong pengolahan sumber daya di daerah sebelum produk memasuki pasar lebih luas.

Dengan demikian, daerah dapat memperoleh nilai ekonomi lebih besar dari komoditas yang mereka miliki.

Lapangan kerja juga berpotensi tumbuh apabila industri pengolahan berkembang dekat sumber produksi.

Bank Indonesia memperkuat pipeline investasi melalui Regional Investor Relations Unit atau RIRU.

Program tersebut memberikan pendampingan kepada proyek sebelum pemerintah menawarkannya kepada calon investor.

Tahun ini, BI mendampingi 17 proyek baru melalui tahapan identifikasi dan kurasi.

Pendampingan juga mencakup peningkatan kapasitas pemilik proyek dan penyusunan dokumen investasi.

Selanjutnya, tim melakukan penilaian substansi agar proyek memenuhi kebutuhan calon investor.

Dari 17 proyek tersebut, lima proyek memasuki tahap kurasi lanjutan.

Sebanyak tiga proyek kemudian dipersiapkan untuk memasuki tahapan promosi kepada investor.

BI juga mendampingi sembilan proyek investasi eksisting guna mendukung realisasi dan peluang ekspansi.

Forum Siapkan Pertemuan Langsung dengan Investor

Materi resmi NSIF 2026 menunjukkan forum tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Agenda mencakup paparan pemerintah, penghargaan, penandatanganan Letter of Intent, dan kunjungan booth proyek.

Panitia juga menyediakan sesi one-on-one meeting setelah rangkaian utama forum.

Pertemuan langsung tersebut memberi pemilik proyek kesempatan menjelaskan rencana bisnis kepada calon mitra.

Agenda resmi juga mencantumkan sambutan Gubernur Sulawesi Utara dan pidato utama Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Selain itu, forum menampilkan tiga pemenang North Sulawesi Investment Challenge 2026 melalui presentasi video.

Format tersebut mempertemukan sisi kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata dunia investasi.

Investor dapat menilai kelayakan proyek, sementara pemerintah memperoleh gambaran kebutuhan calon mitra.

Bagi pemerintah kabupaten, kesempatan tersebut penting untuk membangun komunikasi investasi secara lebih terarah.

Sirajudin Lasena dapat memanfaatkan jejaring forum untuk memperkenalkan peluang pembangunan strategis di Bolaang Mongondow Utara.

Terlebih, Boltara memiliki posisi geografis yang menghubungkan kawasan Sulawesi Utara dengan wilayah Gorontalo.

Pengembangan investasi dapat diarahkan pada sektor yang sesuai potensi dan prioritas pembangunan daerah.

Namun, pemerintah tetap perlu memastikan kesiapan lahan, regulasi, infrastruktur, serta dokumen proyek.

Kepastian tersebut menjadi pertimbangan penting bagi investor sebelum mengambil keputusan.

NSIF 2026 Dorong Investasi Berdampak Langsung

Penyelenggara menempatkan NSIF 2026 sebagai platform untuk membangun kemitraan investasi strategis dan berkelanjutan.

Undangan resmi juga menekankan tujuan mendorong pertumbuhan yang inklusif di Sulawesi Utara.

Karena itu, investasi tidak hanya mengejar peningkatan angka realisasi modal.

Proyek yang masuk juga harus mendorong aktivitas ekonomi, hilirisasi, serta penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan proyek yang benar-benar siap investor.

Sementara itu, BI dapat menjembatani komunikasi melalui RIRU dan program pendampingan investasi.

Sinergi tersebut diharapkan mempercepat perubahan proyek potensial menjadi investasi nyata.

Artikel Terkait
Rencana tata ruang dan hilirisasi pertanian Boltara dalam audiensi dengan Menteri ATR/BPN terkait dengan penyiapan proyek investasi daerah yang dibahas dalam forum tersebut.

Pada akhirnya, keberhasilan NSIF 2026 akan terlihat melalui realisasi proyek dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.