PT Brantas Abipraya menerapkan standar manajemen keselamatan konstruksi dan manajemen mutu dalam pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Penerapan standar tersebut dilakukan untuk mengatur aspek keselamatan kerja serta pengendalian mutu pada setiap tahapan pekerjaan di lokasi proyek.
Site QHSSE Manager PT Brantas Abipraya Proyek RSUD Boltim, Reinalldy, mengatakan keselamatan kerja menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam setiap aktivitas di proyek.
“Semua tenaga proyek wajib memenuhi aspek APD dan APK. Keselamatan pekerja menjadi bagian penting yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pekerjaan,” ujar Reinalldy kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).
Ia mengatakan, tenaga kerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan jenis dan risiko pekerjaan. Selain itu, perusahaan menyediakan Alat Pelindung Kerja (APK) serta fasilitas keselamatan lainnya di area proyek.
Fasilitas tersebut antara lain rambu-rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), barikade, safety net, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Menurut Reinalldy, pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan RSUD Boltim juga mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara untuk aspek mutu, PT Brantas Abipraya menerapkan sistem manajemen mutu sebagai bagian dari pengendalian kualitas pekerjaan pada setiap tahapan pembangunan.
“Yang paling penting, kami menjaga hasil pekerjaan dengan mutu yang terbaik,” tegas Reinalldy. (ril/aah)