Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut sejumlah armada pemadam kebakaran tidak berfungsi dan hanya terparkir di lokasi kebakaran.

Kasat Pol PP dan Damkar Boltim Ikhlas Pasambuna menjelaskan, armada yang terlihat dalam video berada di lokasi dalam rangka penanganan kebakaran. Namun, dalam proses pemadaman terdapat kendala teknis pada nozzle, yakni komponen pada ujung selang yang berfungsi mengatur arah dan aliran air.

Menurut Ikhlas, personel Damkar sebelumnya baru saja menyelesaikan penanganan kebakaran lahan dan perkebunan di Desa Matabulu pada Senin, 14 September 2026, sejak pukul 01.00 Wita hingga 05.00 Wita.

Setelah kembali ke Pos Damkar Tutuyan, sekitar pukul 09.00 Wita pada hari yang sama, personel kembali menerima laporan kebakaran di wilayah Motongkad dan langsung bergerak menuju lokasi.

“Setibanya di lokasi kebakaran di kawasan SMK Motongkad, terdapat gangguan teknis pada nozzle di dua unit armada. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan upaya pemadaman,” jelas Ikhlas kepada wartawan, Selasa (15/9/2026) sore.

BACA JUGA
Selain kebakaran di kawasan SMK Motongkad, Boltim juga dilanda kebakaran rumah di Desa Buyandi yang menghanguskan kediaman warga pada Minggu siang.

Ia mengatakan, personel tetap melakukan pemadaman dengan memaksimalkan armada dan peralatan yang dapat digunakan di lapangan.

Pemadaman dilakukan dengan mengoperasikan tiga jalur selang dari satu unit armada dengan total jangkauan sekitar 100 meter. Langkah tersebut, kata Ikhlas, dilakukan karena titik api berada cukup jauh dari posisi armada, sementara kondisi medan tidak memungkinkan kendaraan pemadam mendekati sumber api secara langsung.

“Sebagian titik api juga berada di area yang sulit dijangkau. Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi medan dan peralatan yang tersedia,” katanya.

Ikhlas juga menjelaskan, dua armada yang terlihat terparkir tetap berada dalam rangkaian penanganan kebakaran. Pengoperasian armada disesuaikan dengan kondisi teknis masing-masing unit.

Sementara proses pemadaman dan pengisian ulang air dilakukan secara bergantian agar penanganan kebakaran tetap berlangsung.

Dalam proses pemadaman, Damkar Boltim turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Motongkad, pemerintah desa, masyarakat, serta salah satu pengusaha tambang di Boltim.

Dukungan tersebut berupa truk tangki, pasokan air, dan selang yang dinilai membantu personel dalam menangani kebakaran.

BACA JUGA
Ikhlas Pasambuna juga memimpin patroli perdana cipta kondisi Satpol PP Boltim sebagai langkah meningkatkan pengawasan terhadap ketertiban umum.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 21.00 Wita api berangsur dapat dikendalikan. Selanjutnya dilakukan proses pendinginan hingga sekitar pukul 01.00 Wita dini hari sebelum seluruh personel kembali ke Pos Damkar Tutuyan,” ujar Ikhlas.

Ia menegaskan, anggapan bahwa armada Damkar tidak berfungsi dan hanya terparkir perlu diluruskan. Menurutnya, armada dan personel berada di lokasi untuk melaksanakan penanganan kebakaran sesuai kondisi teknis dan situasi lapangan.

“Kami menghargai kritik dan fungsi kontrol sosial yang dijalankan media maupun masyarakat. Kritik merupakan bagian penting dalam evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Ikhlas mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan peralatan yang perlu terus dibenahi. Namun, ia memastikan personel Damkar tetap berkomitmen memberikan pelayanan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Ketika terjadi kebakaran, personel Damkar akan tetap bergerak dan berupaya maksimal untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” pungkasnya. (aah)